Warga Kota Palembang Resah Tagihan PBB Meroket Naik 100% Lebih

Selasa, 14 Mei 2019 - 18:37 WIB
Warga Kota Palembang...
Warga Kota Palembang Resah Tagihan PBB Meroket Naik 100% Lebih
A A A
PALEMBANG - Warga Kota Palembang di sejumlah titik kaget bukan kepalang saat hendak menunaikan kewajiban tahunan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Mereka yang biasanya bayar paling tinggi Rp500 ribu, dibuat kaget dengan tagihan 2019 yang mencapai di atas Rp5 juta.

Seperti yang diungkapkan Akbar warga Taman Kenten Palembang, mengatakan, pada 2018 lalu hanya membayar Rp300 ribu tahun ini tertera lebih dari Rp3 juta. "Ini bukan masalah apa, dari mana uang untuk bayarnya, apalagi ini bulan puasa jelang lebaran," ujarnya di Palembang, Selasa (14/5/2019).

Karena kaget dan belum memiliki cukup uang, Ia terpaksa belum menunaikan kewajiban membayar PBB. "Kita berharap ada solusi dari Pemerintah Kota," katanya.

Hal yang sama diungkapkan April warga Demang Lebar Daun. Dirinya mengatakan, tahun sebelumnya untuk PBB yang dibayar hanya berkisar Rp500 ribu. Namun tahun 2019 ini meningkat Rp4 juta lebih. "Yang parah saya ada teman kantor, kemarin ditunjukkan tagihan PBB dia jadi Rp7 juta lebih. Kalau seperti ini berarti kita ngontrak di negeri ini," ungkap ASN di instansi vertikal yang berkantor di Palembang ini.

Di media sosial, kenaikan PBB dampak dari kenaikan NJOP berlipat-lipat ini telah menjadi perbincangan. Bahkan ada yang mengaku harus membayar hingga belasan juta rupiah. Padahal pendapatan dalam sebulan tidak sampai seperempatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PBB dan BPHTB Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Palembang Khairul Anwar melalui Kepala Sub Bidang PBB, Apriadi berdalih kenaikan tagihan yang mengejutkan warga Kota Palembang terimplikasi dari naiknya NJOP untuk menyesuaikan harga pasaran tanah wajar di Kota Palembang.

"Setelah dipelajari dari tahun 2008 hingga 2014 ternyata NJOP Palembang tidak pernah dilakukan penyesuaian. Permasalahannya adalah Penyesuaian NJOP Kota Palembang berdasarkan nilai pasar yang ada di Kota Palembang," kilahnya.

Apriyadi membeberkan, kenaikan NJOP paling tinggi di Kota Palembang berada di kawasan Jalan Sudirman. "Rencananya tahun 2015 lalu pemkot akan melakukan penyesuaian tersebut. Akan tetap masih memiliki sejumlah kekurangan sehingga penyesuaian ditunda," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Libur Lebaran, PDAM...
Libur Lebaran, PDAM Tirta Musi Tetap Siaga
Posko PSBB Gabung dengan...
Posko PSBB Gabung dengan Posko Operasi Ketupat Musi
PSBB Palembang Diperpanjang...
PSBB Palembang Diperpanjang 14 Hari
Penuhi Kebutuhan Sembako,...
Penuhi Kebutuhan Sembako, Aplikasi Pasar DHD Palembang Diluncurkan
Dampak COVID-19, Palembang...
Dampak COVID-19, Palembang Pangkas Target PAD
Jumlah Warga Miskin...
Jumlah Warga Miskin di Palembang Bertambah Lebih dari 70 Persen
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
1 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
3 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved