Dua Trayek Angkutan Umum di Bekasi Gunakan Aplikasi Online

Senin, 22 April 2019 - 20:02 WIB
Dua Trayek Angkutan...
Dua Trayek Angkutan Umum di Bekasi Gunakan Aplikasi Online
A A A
JAKARTA - Masyarakat Bekasi kini hanya cukup berjalan 300-500 meter untuk mendapatkan layanan angkutan umum. Penggunaan aplikasi mampu tingkatkan layanan angkutan umum hingga ke pemukiman.

Adalah angkutan Kota (Angkot) K 11A Perumahan Rawalumbu–Rawa Panjang-Terminal Bekasi dan Angkot K 11B Perumahan Narogong-Rawa Panjang yang telah melayani dengan jarak 300-500 meter dari pemukiman warga. Sejak 10 April 2019 lalu, angkot tersebut telah terpasang aplikasi Tron

Tron adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk memanggil angkot tanpa perlu berjalan jauh. CEO TRON, David Santoso mengatakan, hingga saat ini sedikitnya sudah ada sebanyak 20 unit angkot K 11A dan K 11B yang beraplikasi.

Berbeda dengan aplikasi Angkutan online yang marak belakangan ini menjadikan kendaraan pribadi sebagai angkutan umum, Tron justru menyasar kepada Angkot yang jelas memiliki aturan hukum sebagai angkutan umum.
"Masyarakat dapat lebih mudah naik angkot karena tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mencari angkot,” kata David Santoso di Jakarta Pusat, kemarin.

David menjelaskan, layanan angkot online dalam aplikasi TRON merupakan hasil kerja sama PT Tron dengan VIA yang bertindak sebagai perusahaan penyedia solusi ride sharing. Dimana, angkot bisa masuk dalam zonasi permukiman sesuai rute yang dimiliki. Zonasi rute itu sendiri sudah dimiliki oleh angkot sesuai izin yang dimiliki.

Tron, kata David, hanya mencari lokasi titik antarjemput yang diusulkan ke Dinas Perhubungan daerah setempat untuk diminta persetujuannya. Untuk rute Angkot K11 A dan B, sedikitnya telah ditetapkan 400 titik halte virtual yang menjadi titik antar jemput, terpenting jangan sampai mengganggu kendaraan lain.

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan menyambut baik penggunaan aplikasi Tron dalam angkutan umum resmi. Menurutnya, hal itu mampu tingkatkan pelayanan angkutan umum dan menjadi feeder yang optimal.

Seharusnya, Pemprov DKI dengan program Jak Lingko-nya mengadopsi penggunaan aplikasi ini untuk mewujudkan tujuan melayani hingga ke pemukiman. Sebab, kata dia, Jak Lingko yang mengedepankan penggunaan kartu pembayaran elektronik memiliki kelemahan bahwa tidak semua masyarakat memilikinya.

"Kalau pengguna tidak punya kartu Jak Lingko, apa bisa naik? Kalau pakai aplikasi, semua sekarang sudah melek teknologi," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
Organda Usul Tarif Angkutan...
Organda Usul Tarif Angkutan Umum di Kota Bekasi Naik Rp2.000
Tarif Baru Pete-pete...
Tarif Baru Pete-pete di Makassar: Umum Rp7.000 dan Pelajar Rp3.000
Bus Trans Patriot Bekasi...
Bus Trans Patriot Bekasi Kembali Beroperasi
Kenaikan Harga BBM,...
Kenaikan Harga BBM, Pemkot Tangerang Sediakan Angkutan Umum Gratis
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Imbas Kenaikan BBM,...
Imbas Kenaikan BBM, Tarif Angkutan Umum di Bekasi Naik 15 Persen
Berita Terkini
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
14 menit yang lalu
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
28 menit yang lalu
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
51 menit yang lalu
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
1 jam yang lalu
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
2 jam yang lalu
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved