Dalem Pesomoan, Jejak Peninggalan Untung Suropati di Clapar Kebumen

Senin, 15 April 2019 - 05:00 WIB
Dalem Pesomoan, Jejak...
Dalem Pesomoan, Jejak Peninggalan Untung Suropati di Clapar Kebumen
A A A
PAHLAWAN Nasional Indonesia, Untung Suropati diyakini pernah menetap di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Di tempat itu terdapat Dalem Pesomoan yang menyimpan beberapa benda pusaka dan pakaian tokoh pejuang kelahiran Bali 1660 tersebut.

Rumah itu tak begitu besar. Posisinya berada di deretan kedua dari pintu gerbang bambu dengan atap ijuk hitam. Namun bentuknya paling berbeda dibanding tiga rumah lainnya yang semuanya menghadap ke selatan. Rumahnya berbentuk Dalem Bandung berukuran 9 x 12 meter yang disangga dengan empat saka kayu jati berusia ratusan tahun. Persis di tangah atapnya terdapat Brunjung, bangunan khas Dalem Bandung, yang terbuat dari alang-alang.

Itulah Dalem Pesomaan atau rumah peninggalan Untung Suropati yang oleh warga sekitar lebih dikenal dengan nama Eyang Panembahan Kepadangan. Di dalamnya terdapat ruangan yang digunakan untuk menyimpan sejumlah benda-benda pusaka pahlawan nasional Indonesia itu. Yakni tiga buah keris bernama Singkir, Brojol dan Meselat, dua buah tombak yang disebut Singir dan Iwak, serta pakaian yang dikenakan Untung Suropati.

"Pakaian yang kami simpan adalah 4 ikat kepala, 4 jubah dan 1 celana panjang. Semuanya berwarna putih," kata Sandurias (88), penjaga Dalem Pesomoan Eyang Panembahan Kepadangan kepada KORAN SINDO, November 2008 silam.

Dari ceritanya, Untung Suropati dikuburkan di Dukuh Sumberan, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen. Dalem Pesomoan sendiri awalnya berada di Desa Pagebangan kemudian berpindah ke Desa Clapar blok Dampit dan terakhir berada di blok Karangsari. Jika dihitung, rumah peninggalan Untung Suropati telah berpindah sebanyak 7 kali. Kepindahan itu mengikuti tempat tinggal keturunan laki-laki dari pahlawan nasional Indonesia asal Bali tersebut.

"Terakhir ya di sini, di RT 7/RW 2 Dusun Tegong, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen," kata Sandurias.

Meski untuk mencapai Dalem Pesomaan harus melewati jalan sempit selebar 2 meter yang diplester semen di bagian kanan kirinya, tak membuat rumah peninggalan Untung Suropati itu terlupakan dari khalayak ramai. Terbukti setiap Jumat Kliwon pada Bulan Suro, ribuan orang dari berbagai daerah seperti Semarang, Bandung, Jakarta lainnya berbondong-bondong ke tempat itu untuk mencari berkah. Bahkan pernah juga orang Australia yang datang dan menggelar ritual di Dalem Pesomoan.

Biografi Untung Suropati
Untung Surapati diberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional sesuai yang ditetapkan pada S.K. Presiden no. 106/tk/1975 tanggal 3 November 1975. Perjalanan hidupnya bisa dibilang unik sebab ia pertama kali ditemukan oleh seorang perwira dari VOC. Perwira tersebut memiliki nama kapten Van Beber.

Cerita selanjutnya adalah Untung mendapati dirinya dijual kepada perwira VOC lain yang berlokasi di Batavia. Hidup tak mudah bagi Untung karena ia harus menikmati dinginnya dinding penjara. Saat baru menginjak usia yang ke-20 tahun, ia kedapatan tanpa izin menikahi putri dari Moor, perwira VOC yang telah merawatnya selama ini. Namun di dalam tahanan ia tidak tinggal diam. Ia berusaha supaya bisa lolos dari sana, dan ternyata usahanya tersebut membuahkan hasil.

Ia bisa kabur setelah berkoordinasi dengan tahanan lain. Setelah berhasil kabur, praktis ia langsung menjadi buronan. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1683, VOC mampu menundukkan Sultan Ageng Tirtayasa yang saat itu menjabat sebagai Raja Banten. Kekalahan itu akhirnya memaksa sang putra Pangeran Purbaya untuk mengungsi. Ia berhasil kabur dengan susah payah dan akhirnya sampai di Gunung Gede. Namun ia berubah pikiran dan mau menyerahkan diri. Hanya saja ia menetapkan satu syarat, yaitu dijemput oleh anggota VOC namun yang berasal dari orang pribumi.

Misi tersebut akhirnya diberikan kepada Untung. Ia merupakan orang pribumi yang telah mendapatkan pelatihan ketentaraan dari VOC. Ia pun mendapatkan pangkat Letnan. Segera setelah ditugaskan, ia datang untuk menjemput Pangeran Purbaya. Untung Surapati bukan satu-satunya tokoh yang anti VOC. Ayah dari sang istri Raden Ayu Gusik Kusuma juga punya pandangan hidup yang sama. Ia dengan kemampuan yang dimiliki berusaha agar supaya kesepakatan dengan Belanda bisa dilanggar. Tentu ada konsekuensi di balik pembangkangannya terhadap pihak kolonial.

Pada Februari 1686, ia ditangkap oleh Kapten François Tack yang merupakan utusan VOC. Penangkapan tersebut tidak berakhir tanpa perlawanan. Kedua kubu bertempur dan bermuara pada meninggalnya 75 anggota VOC. Bahkan sang Kapten Tack juga berhasil ditaklukkan Untung. Pada tahun 1706 tepatnya bulan Desember, VOC kembali melakukan perlawanan di bawah Komando Mayor Goovert Knole. Sayangnya perang ini menjadi akhir kisah hidup Untung Suropati. Ia meninggal pada Oktober 1706.

Sumber: KORAN SINDO, biografipahlawan.com
(amm)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
4 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
5 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
6 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
7 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
8 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved