Sediakan Makanan Tambahan Anak Sekolah, DKI Siapkan Dana Rp324 Miliar
Jum'at, 12 April 2019 - 21:06 WIB
Sediakan Makanan Tambahan Anak Sekolah, DKI Siapkan Dana Rp324 Miliar
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta telah menganggarkan Rp324 miliar kepada para komite sekolah untuk Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) di wilayah Ibu Kota. Penyediaan makanan tersebut ditujukan kepada siswa-siswi di tingkat Taman Kanak-Kanak, TPAN, Sekolah Dasar, termaksud Sekolah Luar Biasa (SLB).
"Penyediaan makanan tambahan ini ada 29 variasi menu ya, kemudian nilai totalnya itu anggaran Rp324 miliar untuk tahun 2019. Nah itu mulainya di bulan Maret kemarin, April dan seterusnya sampai Desember," ungkap Kepala Disdik DKI Jakarta, Ratiyono saat dikonfirmasi, Jumat (12/4/2019).
Pemberian makanan tambahan ini, untuk mendukung tambahan gizi anak-anak di usia sekolah. Apalagi, dengan diberikannya makanan tambahan ini semangat anak-anak dalam berkegiatan di sekolah juga lebih meningkat.
Ratiyono mengungkapkan, penambahan menu makanan ini telah melewati berbagai pertimbangan. Seperti faktor gizi, selera, hingga kearifan lokal.
"Yang penting bebas dari bahan pengawet, aman pengemasan, dan penyediaannya jadi enggak boleh terlambat akhirnya basi, harus tepat waktu. Yang jelas semangat anak-anak ketika dapat asupan itu kan ceria kalau ceria daya tangkapnya lebih bagus. Daripada gantung, kelaparan, itu kasihan," kata Ratiyono.
Ada sebanyak 29 menu yang sudah disiapkan dengan memenuhi kriteria makanan bergizi untuk anak-anak. Dari 29 menu tersebut, masing-masing anak dijatahkan dengan anggaran Rp10.890 per harinya.
Adapun berbagai menu yang disiapkan seperti omelet, roti, bubur kacang hijau, telur ayam rebus plus pisang ambon, nasi tim, onde-onde plus susu UHT, ongol-ongol sagu plus susu, pisang bakar keju plus susu, dan berbagai macam makanan bergizi lainnya.
"Penyediaan makanan tambahan ini ada 29 variasi menu ya, kemudian nilai totalnya itu anggaran Rp324 miliar untuk tahun 2019. Nah itu mulainya di bulan Maret kemarin, April dan seterusnya sampai Desember," ungkap Kepala Disdik DKI Jakarta, Ratiyono saat dikonfirmasi, Jumat (12/4/2019).
Pemberian makanan tambahan ini, untuk mendukung tambahan gizi anak-anak di usia sekolah. Apalagi, dengan diberikannya makanan tambahan ini semangat anak-anak dalam berkegiatan di sekolah juga lebih meningkat.
Ratiyono mengungkapkan, penambahan menu makanan ini telah melewati berbagai pertimbangan. Seperti faktor gizi, selera, hingga kearifan lokal.
"Yang penting bebas dari bahan pengawet, aman pengemasan, dan penyediaannya jadi enggak boleh terlambat akhirnya basi, harus tepat waktu. Yang jelas semangat anak-anak ketika dapat asupan itu kan ceria kalau ceria daya tangkapnya lebih bagus. Daripada gantung, kelaparan, itu kasihan," kata Ratiyono.
Ada sebanyak 29 menu yang sudah disiapkan dengan memenuhi kriteria makanan bergizi untuk anak-anak. Dari 29 menu tersebut, masing-masing anak dijatahkan dengan anggaran Rp10.890 per harinya.
Adapun berbagai menu yang disiapkan seperti omelet, roti, bubur kacang hijau, telur ayam rebus plus pisang ambon, nasi tim, onde-onde plus susu UHT, ongol-ongol sagu plus susu, pisang bakar keju plus susu, dan berbagai macam makanan bergizi lainnya.
(whb)