Alun-Alun Garut Pernah Jadi Tempat Adu Maung dan Munding

Jum'at, 29 Maret 2019 - 05:05 WIB
Alun-Alun Garut Pernah...
Alun-Alun Garut Pernah Jadi Tempat Adu Maung dan Munding
A A A
Alun-Alun Garut yang terletak di Jalan Ahmad Yani No 22, Paminggir, Garut Kota, Kabupaten Garut, menyimpan sebuah cerita tersendiri, yakni pernah dipakai sebagai tempat adu harimau dan kerbau.
Sejarawan Garut Deddy Effendie mengatakan, adu 'maung' (harimau) dan 'munding' (kerbau) sebagai bentuk pesta rakyat setelah merayakan Idul Fitri.

Kegiatan 'adu maung dan munding' tersebut, kata Deddy, diperkirakan terjadi sekitar tahun 1900-an. Sebab, Bupati Garut kala itu, RAA Wiratanudatar menjadi Bupati Limbangan (nama Kabupaten sebelum Garut) tahun 1870 sampai 1915.
Raden Adipati Aria Wiratanudatar ke-8 selalu mengadakan kegiatan adu maung setelah Lebaran. Setelah Salat Id di Masjid Agung, Bupati terus ke Pendopo, dan dari Pendopo mengganti pakaian dengan pakaian kebesaran kerajaan.
"Lalu naik kuda ke karesidenan dan setelah bertemu residen lalu merayakan Idul Fitri itu dengan mengadakan adu maung (harimau) dan munding (kerbau). Harimau disimpan di bawah babancong," jelas Deddy.

Untuk diketahui, babancong adalah tempat pidato kepala daerah yang terletak di antara Pendopo dan Alun-alun.

Selanjutnya, harimau-harimau yang dikurung di bawah babancong, dilepas ke alun-alun. Dengan ganasnya, harimau tersebut menerkam kerbau 'edan' yang sudah berada di tengah lapang. Harimau dan kerbau saling menerkam. Kerbau juga tidak mau kalah karena memiliki tanduk yang besar serta tajam.

Kendati badan kerbau lebih besar, yang menang tentunya harimau. Lalu, setelah kerbau mati, harimau pun dimasukkan lagi ke tempat semula dikurung di bawah babancong.

"Nah, yang menariknya para inohong Garut itu duduk di atas babancong yang di bawahnya ada harimau-harimau itu," ujarnya.

Eddy pun mengungkapkan cara masyarakat Garut menonton adi harimau dan kerbau itu tidak memakai pagar pelindung. Warga bergerombol mengelilingi alun-alun dengan membawa tombak. Jika ada harimau menerjang, tombak itu siap dihunuskan.

Meski demikian, kebiasaan tersebut sudah hilang karena Garut sekarang lebih dikenal dengan adu dombanya. Domba dijadikan pengganti harimau yang mulai punah.

"Padahal adu harimau dan kerbau itu sudah terkenal ke luar negeri. Sementara, sekarang malah adu domba dan adu anjing serta babi hutan paling juga," tuturnya. (Baca juga: Kisah Parakanlima dan Pantangan Menikah dengan Tentara ).
(zik)
Berita Terkait
Sejarah Kota Natal dan...
Sejarah Kota Natal dan Hubungannya dengan Kerajaan Pagaruyung
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Gagal Meracuni Sawunggaling,...
Gagal Meracuni Sawunggaling, Belanda Murka dan Rakyat Surabaya Digilas
Kisah Purnawarman, Raja...
Kisah Purnawarman, Raja Tarumanegara Penunggang Gajah yang Miliki Kekuatan Bak Dewa Wisnu
Mengembalikan Identitas...
Mengembalikan Identitas Sejati Kota Medan sebagai Kota Perdagangan dan Saudagar
RS Simpang, Perjalanan...
RS Simpang, Perjalanan Penuh Wabah dan Penampung Korban Perang
Berita Terkini
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
53 menit yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
1 jam yang lalu
Soroti Kasus Penyiksaan...
Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1,4 Km, PVMBG: Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
11 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved