Musrenbang Jaktim, Anies Tekankan Sinkronisasi 8 Program Strategis
Kamis, 28 Maret 2019 - 21:12 WIB
Musrenbang Jaktim, Anies Tekankan Sinkronisasi 8 Program Strategis
A
A
A
JAKARTA - Pemkot Jakarta Timur (Jaktim) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2019 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (28/3/2019). Musrenbang ini dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dalam kesempatan itu, Anies menekankan delapan program strategis yang perlu disinkronkan. Pertama, pembangunan jaringan perpipaan (transmisi dan distribusi) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur dan SPAM Ciliwung. Kedua, pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Wilayah Jakarta Timur.
Ketiga, penataan kawasan Jatinegara. Keempat, penataan kawasan 1.000 danau di Kecamatan Ciracas, Kecamatan Cipayung, dan Kecamatan Pasar Rebo. Kelima, penataan Kawasan Sekolah kreatif Kecamatan Cipayung.
Keenam, penataan kawasan Eco Wisata Cipayung. Ketujuh, penataan Kawasan Wisata Religi Pangeran Jayakarta. Kedelapan, penataan Kawasan Wisata Cakung Barat Terpadu.
Selain itu, kata Anies, program kegiatan pembangunan wilayah tahun 2020 diharapkan dapat selaras dengan kegiatan strategis daerah lainnya, seperti pengelolaan air bersih, persampahan, naturalisasi sungai, hunian yang layak, penataan kampung, peningkatan akses PAUD, dan peningkatan akses penyandang disabilitas.
Musrenbang yang dihadiri para perwakilan dari seluruh lapisan masyarakat dibuka dengan pemberian penghargaan kepada para pendamping RW. “Hal yang menarik di sini adalah pemberian penghargaan kepada pendamping RW, karena mereka sangat membantu menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga, dapat diterjemahkan menjadi program,” ujar Anies.
Pada Musrenbang ini, Anies juga menekankan konsep pembangunan berkualitas untuk ke depannya di Provinsi DKI Jakarta. Seluruh kegiatan pembangunan daerah yang direncanakan, harus mampu meningkatkan angka pertumbuhan, dan kualitas kehidupan masyarakat.
“Temanya di tahun depan adalah pertumbuhan yang berkualitas. Maknanya, pertumbuhan ekonomi meningkat dan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, kualitas menjadi perhatian, sehingga pertumbuhannya harus merata. Kita berharap di tahun 2020 pemerataan pembangunan ini makin kuat,” paparnya.
Selain itu, Anies juga menginstruksikan pembangunan ruang ketiga sebagai tempat interaksi seluruh lapisan kelas sosial ekonomi warga dan juga pembangunan infrastruktur yang mengutamakan pejalan kaki.
“Kita ingin bangun ruang ketiga yang dirancang untuk membuat interaksi lintas kelas sosial-ekonomi. Saya berharap, nantinya infrastruktur di Jakarta Timur seluruhnya mengutamanakan pejalan kaki,” tambahnya.
Tak hanya itu, Gubernur Anies turut menegaskan kembali mengenai konsep pembangunan ke depan dalam menciptakan sebuah kota yang maju serta warga yang bahagia, sekaligus memposisikan Jakarta sebagai kota global.
“Kita ingin kebahagiaan warga menjadi perhatian dan kebahagiaan ada kaitannya dengan harapan. Kami ingin harapan warga dimasukkan program sehingga kebahagiaan warga muncul,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Anies menekankan delapan program strategis yang perlu disinkronkan. Pertama, pembangunan jaringan perpipaan (transmisi dan distribusi) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur dan SPAM Ciliwung. Kedua, pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Wilayah Jakarta Timur.
Ketiga, penataan kawasan Jatinegara. Keempat, penataan kawasan 1.000 danau di Kecamatan Ciracas, Kecamatan Cipayung, dan Kecamatan Pasar Rebo. Kelima, penataan Kawasan Sekolah kreatif Kecamatan Cipayung.
Keenam, penataan kawasan Eco Wisata Cipayung. Ketujuh, penataan Kawasan Wisata Religi Pangeran Jayakarta. Kedelapan, penataan Kawasan Wisata Cakung Barat Terpadu.
Selain itu, kata Anies, program kegiatan pembangunan wilayah tahun 2020 diharapkan dapat selaras dengan kegiatan strategis daerah lainnya, seperti pengelolaan air bersih, persampahan, naturalisasi sungai, hunian yang layak, penataan kampung, peningkatan akses PAUD, dan peningkatan akses penyandang disabilitas.
Musrenbang yang dihadiri para perwakilan dari seluruh lapisan masyarakat dibuka dengan pemberian penghargaan kepada para pendamping RW. “Hal yang menarik di sini adalah pemberian penghargaan kepada pendamping RW, karena mereka sangat membantu menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga, dapat diterjemahkan menjadi program,” ujar Anies.
Pada Musrenbang ini, Anies juga menekankan konsep pembangunan berkualitas untuk ke depannya di Provinsi DKI Jakarta. Seluruh kegiatan pembangunan daerah yang direncanakan, harus mampu meningkatkan angka pertumbuhan, dan kualitas kehidupan masyarakat.
“Temanya di tahun depan adalah pertumbuhan yang berkualitas. Maknanya, pertumbuhan ekonomi meningkat dan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, kualitas menjadi perhatian, sehingga pertumbuhannya harus merata. Kita berharap di tahun 2020 pemerataan pembangunan ini makin kuat,” paparnya.
Selain itu, Anies juga menginstruksikan pembangunan ruang ketiga sebagai tempat interaksi seluruh lapisan kelas sosial ekonomi warga dan juga pembangunan infrastruktur yang mengutamakan pejalan kaki.
“Kita ingin bangun ruang ketiga yang dirancang untuk membuat interaksi lintas kelas sosial-ekonomi. Saya berharap, nantinya infrastruktur di Jakarta Timur seluruhnya mengutamanakan pejalan kaki,” tambahnya.
Tak hanya itu, Gubernur Anies turut menegaskan kembali mengenai konsep pembangunan ke depan dalam menciptakan sebuah kota yang maju serta warga yang bahagia, sekaligus memposisikan Jakarta sebagai kota global.
“Kita ingin kebahagiaan warga menjadi perhatian dan kebahagiaan ada kaitannya dengan harapan. Kami ingin harapan warga dimasukkan program sehingga kebahagiaan warga muncul,” tandasnya.
(thm)