Ribuan ASN Simalungun Resah Diminta Beli Kain Batik Rp200 Ribu

Kamis, 21 Maret 2019 - 13:51 WIB
Ribuan ASN Simalungun...
Ribuan ASN Simalungun Resah Diminta Beli Kain Batik Rp200 Ribu
A A A
SIMALUNGUN - Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Simalungun , Sumatera Utara kembali resah dengan adanya wacana kewajiban membeli kain untuk seragam batik baru.

Sejumlah ASN yang bertugas di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) kepada wartawan mengatakan, harga kain seragam batik dengan ornamen Simalungun itu dipatok Rp200 ribu. (Baca Juga: Pengadaan Mesin Absen Sidik Jari ASN Dipungli Rp100 Ribu)

Padahal, baju batik yang digunakan ASN sekali seminggu setiap hari Kamis, kondisinya masih layak pakai, sehingga membuat sebagian besar pegawai keberatan dengan kebijakan itu.

"Kemarin pegawai sudah dikenakan pungutan Rp100 ribu untuk fingerprint atau mesin absensi elektronik. Sekarang disuruh lagi beli bakal batik dengan harga Rp200 ribu, jadi seperti sapi perahan pegawai ini," ujar seorang ASN yang bertugas di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) bermarga Purba.

Hal senada disampaikan seorang ASN yang berdinas di Dinas Ketahanan Pangan, R Saragih. "Kondisi baju batik yang saya punya sekarang masih baik, karena hanya dipakai sekali seminggu setiap Kamis. Jadi untuk apa harus dibeli lagi dengan harga yang mahal pula," sebut Saragih.

Menurut para ASN, pembelian baju batik harus dibayar melalui OPD masing-masing setelah insentif dicairkan. Pengadaan baju batik ASN Pemkab Simalungun disebut-sebut dikordinir oknum yang mengaku orang dekat Bupati Simalungun, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Simalungun, Harmedin Saragih yang dikonfirmasi melalui telepon menyangkalnya. "Tidak ada pengadaan baju batik ASN Pemkab Simalungun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan," kata Harmedin.

Anggota DPRD Simalungun Dadang Pramono menyesalkan adanya kesan pemaksaan pembelian baju batik oleh ASN. Menurut politisi Demokrat itu, pengadaan baju batik ASN seharusnya dialokasikan di APBD bukan dibebankan kepada pegawai.

"Tidak benar jika pembelian baju batik ASN dibebankan kepada pegawai, seharusnya dialokasikan di APBD, bukan dibeli sendiri oleh pegawai. Janganlah pegawai terus menerus disusahakan dengan pungli yang modusnya macam-macam," pungkas Dadang.
(rhs)
Berita Terkait
Diduga Ada Pemaksaan...
Diduga Ada Pemaksaan Beli Poster Bupati dan Wabup Simalungun, Ratusan Kasek Resah
Warga Pulau Terluar...
Warga Pulau Terluar Pangkep Keluhkan Pungutan saat Sambut Kunjungan Pejabat
Mencuat Dugaan Pungli...
Mencuat Dugaan Pungli LPJ ADD dan DD oleh Oknum Pejabat BPMN Simalungun
Tim Sukses Bupati Simalungun...
Tim Sukses Bupati Simalungun Diduga Lakukan Pungli Proyek APBD, APH Diminta Turun Tangan
Jelang Dilantik, Ratusan...
Jelang Dilantik, Ratusan Kades di Simalungun Dipaksa Teken Surat Pernyataan Tidak Dipungut Biaya
Lantik 1.500 PNS DKI,...
Lantik 1.500 PNS DKI, Sekda Marullah: Ingatkan Tak Lakukan Pungli
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
4 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
4 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
5 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
5 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
5 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved