Heboh Ajaran Kiamat, Puluhan Warga Ponorogo Tinggalkan Kampung Halaman

Rabu, 13 Maret 2019 - 20:12 WIB
Heboh Ajaran Kiamat,...
Heboh Ajaran Kiamat, Puluhan Warga Ponorogo Tinggalkan Kampung Halaman
A A A
PONOROGO - Puluhan warga di Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur terpaksa meninggalkan kampung halamannya karena beredar kabar jika kiamat sudah dekat sehingga harus hijrah dari kampungnya, Rabu (13/3/2019). Tak hanya itu sebagian pengikut Katimun, Ketua Padepokan Toriqoh Akmaliyah Asholihiyah Cabang Ponorogo sudah menjual tanah dan rumahnya untuk berhijrah.

Kapolsek Badegan Ponorogo AKP Suwoyo mengatakan, untuk mengantispasi hal yang tidak diinginkan Petugas Polsek Badegan, Ponorogo mendatangi rumah milik Katimun di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo.

Namun di rumah yang menjadi satu lokasi dengan Padepokan Toriqoh Akmaliyah Asholihiyah Cabang Ponorogo lokasinya sepi tak berpenghuni.

“Katimun sang pemilik rumah yang juga ketua padepokan telah mengungsi ke Malang sejak dua minggu lalu. Tak hanya Katimun ada 51 warga lain di desa ini yang pindah ke Malang. Mereka hijrah dan akan menetap di Pondok Toriqot Akmaliyah di Sukosari Kasembon, Malang. Warga yang ikut hijrah adalah pengikut atau anggota jamaah tersebut,” kata Kapolsek.

Kapolsek menerangkan, tidak ada yang mengetahui alasan pasti mereka pindah, namun kabar yang beredar perpindahan ke Malang karena menuntut ilmu dan mencari keselamatan sebab sebentar lagi akan kiamat.

"Para pengikut atau jamaah ini juga menyertakan keluarga. Bahkan anak-anak yang usia sekolah juga diajak sementara tanah dan rumah juga dijual untuk biaya berangkat ke Malang," timpalnya.

Sementara menurut Saeran Perangkat Desa, pergerakan massa warga pindah ke Malang ini mengejutkan banyak pihak sebab selama ini tidak ada tanda aneh dari kegiatan di rumah yang juga padepokan milik Katimun.

“Mengantisipasi agar tidak ada lagi warga yang ikut pindah ke malang polisi terus melakukan sosialisasi ke warga. Data yang diperoleh sudah ada 52 warga termasuk anak-anak yang pindah ke Malang, mereka adalah anggota jamaah dan keluarganya,” kata Saeran.
(sms)
Berita Terkait
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Heboh Ada Aliran Almahdi...
Heboh Ada Aliran Almahdi di Lampung Utara, Anggota Wajib Setor Uang Bulanan
3 Film tentang Nabi...
3 Film tentang Nabi Palsu, Nomor 2 Terinspirasi Fenomena Aliran Sesat di Indonesia
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
3 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
4 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
5 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
5 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
6 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved