Belasan Rumah Warga di Tulungagung Rusak Akibat Tanah Bergerak

Selasa, 12 Maret 2019 - 12:05 WIB
Belasan Rumah Warga...
Belasan Rumah Warga di Tulungagung Rusak Akibat Tanah Bergerak
A A A
TULUNGAGUNG - Sedikitnya 15 rumah warga di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur rusak akibat pergerakan tanah. Pergerakan tanah yang berada di kawasan perbukitan itu diduga dipicu intensitas hujan tinggi sepekan terakhir ini. Tidak hanya meretakkan tembok bangunan (dinding). Pergeseran tanah juga membuat lantai rumah rengkah.

Dari 15 rumah, 5 di antaranya rusak parah, 5 rusak sedang dan 5 lainnya berpotensi terdampak. Karena khawatir bangunan ambruk, sejumlah warga memilih mengungsi ke kerabat terdekat yang dirasa lebih aman. Kendati demikian tidak sedikit yang bertahan lantaran tidak memiliki tempat mengungsi.

“Kami tidak mengungsi,” tutur Nuri salah seorang warga yang tetap bertahan. (Baca Juga: Belasan Rumah di Kuningan Rusak Parah Akibat Tanah Bergerak)

Fenomena tanah gerak ini selalu didahului turunnya hujan deras. Awalnya hanya retakan kecil. Semacam retak serabut pada bangunan. Namun dalam tempo singkat, retakan halus itu berubah menjadi rengkahan besar. Ketika hujan berhenti atau musim kemarau, kata Nuri retakan itu berhenti. Namun ketika hujan deras kembali datang, retakan kembali berlanjut.

“Kalau kemarau gerak tanah berhenti. Namun kalau hujan deras, tanah kembali gerak,” kata Nuri.

Fenomena tanah labil ini ini diduga dipengaruhi topografi permukiman. Selain berada di kawasan perbukitan, di lokasi juga terdapat sumber mata air besar (air terjun) yang letaknya berdekatan. Air terjun ini menjadi salah satu obyek wisata alam andalan Pemkab Tulungagung.

Sekretaris Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan Siti Amanah mengatakan fenomena tanah gerak itu sudah terjadi dua tahun terakhir ini. Pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tulungagung. Namun hingga ini Pemkab Tulungagung belum memberi solusi apapun.

Sejauh ini Pemkab hanya menawarkan warga untuk mengikuti program transmigrasi. Namun tawaran itu ditolak. “Meski bangunan sudah masuk kategori tidak layak huni, Pemkab juga tidak melakukan upaya evakuasi,” kata Siti Amanah yang berharap segera ada solusi nyata dari pemkab.
(rhs)
Berita Terkait
Satu Keluarga di Sinjai...
Satu Keluarga di Sinjai Hidup di Gubuk Tak Layak Huni Depan Kantor Bappeda
Bikin Ngelus Dada, Sekeluarga...
Bikin Ngelus Dada, Sekeluarga di Indramayu Jabar Tinggal di Rumah Nyaris Roboh
Kapolda Jabar Bantu...
Kapolda Jabar Bantu 30 Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bandung
Jokowi Ingin Setiap...
Jokowi Ingin Setiap Warga Menempati Rumah Layak Huni
Puluhan Rumah Rusak...
Puluhan Rumah Rusak dan Tak Layak Huni di Kampung Melayu Diperbaiki
QNET dan Kodim 1611...
QNET dan Kodim 1611 Badung Bali Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warakuwuri
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
6 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
9 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
9 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
10 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
10 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved