Lokasi Penemuan Puluhan Mortir Diduga Bekas Bunker Bahan Peledak

Rabu, 06 Maret 2019 - 01:43 WIB
Lokasi Penemuan Puluhan...
Lokasi Penemuan Puluhan Mortir Diduga Bekas Bunker Bahan Peledak
A A A
BANDUNG - Penemuan 87 mortir sisa Perang Dunia II di Jalan Ir H Djuanda, Gang Cinta Wangi, Kelurhaan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, memicu beragam spekulasi. Selain diklaim bahwa temuan bahan peledak tersebut yang terbanyak di Indonesia, muncul analisa bahwa pekarangan rumah milik Kevin Pratama (27) yang dibangun pada 1940 itu, dulunya merupakan bunker penyimpanan bahan peledak tentara Belanda.

Dandim 0618/Berdiri Sendiri (BS) Kota Bandung Letkol Inf M Herry Subagyo mengatakan, tidak menutup kemungkinan di bawah tanah terdapat bunker penyimpanan bahan peledak. Bahan peledak sisa Perang Dunia II tersebut juga diduga menyebar. Namun perlu perlengkapan khusus untuk bisa mendeteksi kemungkinan masih banyak bahan peledak di bawah tanah di pekarangan rumah itu.

"Namun perlu kita yakinkan. Kalau memang itu peletaknnya cukup luas, kami akan berkoordinasi dengan pihak Polri dan masyarakt untuk kita sisir sekalian. Nanti kami komunikasikan. Kami belum tahu pasti, posisinya. Dulu itu, orang yang menyimpan (bahan peledak) apakah sampai bangunan lain," kata Herry di lokasi penemuan, Selasa (5/3/2019). (Baca juga: Penemuan Terbesar, Puluhan Mortir Bekas PD II Ditemukan di Bandung)

Dia mengemukakan, berdasarkan pengakuan pemilik rumah, Kevin Pratama, dulu orang tuanya adalah tentara pejuang revolusi. Terakhir orang tua Kevin berpangkat kopral dan bertugas di bagian kurir logistik. "Setelah pensiun, (orang tua Kevin) berprofesi di bidang tektil. Bangunan ini (dibangun) pada 1938. Kemudian ditempati dengan dibeli pada 50 (1950), over PB dari Belanda. Sejauh ini tidak ada informasi sejarah penyimpanan (bahan peledak) di situ. Kami menduga saja," ujar dia.

Pencarian besok, Rabu (6/3/2019), ujar Herry, menggunakan metal detector dan secara manual. Upaya itu tidak bisa menggunakan mesin karena khawatir justru memicu mortir meledak. "Malam ini tim gabungan pengaman dari TNI dan Polri mengamankan rumah ini," tutur Dandim.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan benda mencurigakan seperti bahan peladak, baik granat, mortir, maupun bom. Langkah pertama jang dilakukan tindakan secara mandiri, amankan. "Nanti kami lakukan tindakan lebih lanjut. Itu (bahan peledak) perlu perlakuan khusus," ungkap Dandim.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan terima kasih kepada aparat Polri dan TNI yang cepat tanggap atas penemuan mortir ini. "Mudah-mudahan penemuan bahan peledak ini yang terakhir. Itu tadi kelihatannya seperti bunker, karena kan ada lapisan dan tersusun rapih . Jadi memang sengaja disimpan rapih," kata Yana.

Yana menyatakan, Kota Bandung menjadi salah satu kota penting bagi pemerintahan Kolonial Belanda. Di kota ini juga terjadi peperangan sengit antara pejuang dan penjajah Belanda serta Jepang. Sehingga tak menutup kemungkinan banyak bahan peledak yang tertimbun tanah. Namun, ujar Yana, tidak mungkin membongkar semua kawasan di Kota Bandung.

"Tapi ini (temuan mortir) jadi warminglah. Maksudnya, kita tinggal di daerah bekas Belanda. Pernah ada perang juga di sini. Jadi, masyarakat diminta waspada. Kalau melakukan pembangunan hati-hati saja," sebut Yana.
(thm)
Berita Terkait
Gegana Evakuasi Bom...
Gegana Evakuasi Bom Sisa Konflik di Aceh
Geger! Penemuan Mortir...
Geger! Penemuan Mortir Era Kolonial di Area Semelter JIIPE Akhirnya Diledakkan
Geger Penemuan Mortir...
Geger Penemuan Mortir di Sungai Timor Tengah Selatan, Diduga Peninggalan Jepang
Ponorogo Geger, Petani...
Ponorogo Geger, Petani Temukan 8 Mortir Diduga Sisa Perang Gereliya Jendral Sudirman
Lagi Cari Paku di Kali...
Lagi Cari Paku di Kali Cipinang, Warga Temukan Mortir Diduga Masih Aktif
Heboh! Pemulung Temukan...
Heboh! Pemulung Temukan Benda Diduga Mortir di Sungai Tanjung saat Cari Besi
Berita Terkini
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
25 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
1 jam yang lalu
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
8 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
9 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
9 jam yang lalu
Infografis
RDF Plant Rorotan Mampu...
RDF Plant Rorotan Mampu Hasilkan Ratusan Ton Bahan Bakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved