Lagi Cari Paku di Kali Cipinang, Warga Temukan Mortir Diduga Masih Aktif
Senin, 01 Maret 2021 - 18:13 WIB
loading...
Warga RT 15/RW 2, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, digegerkan dengan penemuan sebuah mortir diduga masih aktif. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A
A
A
JAKARTA - Warga RT 15/RW 2, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, digegerkan dengan penemuan mortir diduga masih aktif. Mortir itu ditemukan di bantaran Kali Cipinang , Senin (1/3/2021) sore sekitar pukul 15.15 WIB.
Baca juga: Dikira Knalpot, Dua Pencari Terumbu Karang Kaget Temukan Mortir di Laut Sibolga
Senjata arteleri itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Yudi. Dia saat itu sedang mencari besi. Yudi mengatakan, mortir itu memiliki berat sekitar 40-50 kilogram.
Awalnya dia merasa janggal karena saat diraba yang semula dikira besi ternyata ada moncong dan baling. "Beda nih kalau moncong begini ada baling-balingnya. Wah kalau ada saya kira-kira ini bom," kata Yudi.
Baca juga: Pembuang Bayi di Kali Cipinang Bakal Terancam Pasal Berlapis
Lantaran dirasa dapat memicu ledakan, barang tersebut kemudian diangkat. "Bukan apa-apa, takutnya ada kontraktor beko kena galian, takutnya masih aktif. Kalau pakai tangan biasa mungkin enggak meledak tapi kalau kena alat berat bisa hancur," ucapnya.
Kontan, temuan mortir itu menjadi tontonan warga. Untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini sudah dipasang garis polisi di lokasi.
Baca juga: Dikira Knalpot, Dua Pencari Terumbu Karang Kaget Temukan Mortir di Laut Sibolga
Senjata arteleri itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Yudi. Dia saat itu sedang mencari besi. Yudi mengatakan, mortir itu memiliki berat sekitar 40-50 kilogram.
Awalnya dia merasa janggal karena saat diraba yang semula dikira besi ternyata ada moncong dan baling. "Beda nih kalau moncong begini ada baling-balingnya. Wah kalau ada saya kira-kira ini bom," kata Yudi.
Baca juga: Pembuang Bayi di Kali Cipinang Bakal Terancam Pasal Berlapis
Lantaran dirasa dapat memicu ledakan, barang tersebut kemudian diangkat. "Bukan apa-apa, takutnya ada kontraktor beko kena galian, takutnya masih aktif. Kalau pakai tangan biasa mungkin enggak meledak tapi kalau kena alat berat bisa hancur," ucapnya.
Kontan, temuan mortir itu menjadi tontonan warga. Untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini sudah dipasang garis polisi di lokasi.
(thm)
Lihat Juga :