TNI Kerahkan 600 Pasukan Lanjutkan Proyek Jembatan di Nduga Papua

Selasa, 05 Maret 2019 - 17:13 WIB
TNI Kerahkan 600 Pasukan...
TNI Kerahkan 600 Pasukan Lanjutkan Proyek Jembatan di Nduga Papua
A A A
JAYAPURA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 600 personel pasukan guna memperkuat Kodam XVII/Cenderawasih untuk melanjutkan proyek jembatan di Nduga, Papua, yang sempat terhenti karena aksi penembakan dari KKSB. Dimana sebanyak 600 personel yang digelar di Nduga, 2 SSKnya merupakan Pasukan dari Zeni Kontruksi TNI AD sementara sisanya pasukan pengamanan dari Divif 3 Kostrad Makassar.

Hal tersebut disampaikan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring disela-sela acara pembukaan Apel Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam XVII/Cenderawasih di Rindam Ifar Gunung Sentani Papua pada Selasa (5/3/2019).

Pangdam mengatakan, pembangunan infrastruktur di Nduga adalah salah satu program strategis Nasional, sama halnya dengan program-program lainnya di seluruh Indonesia. Pembangunan ini bertujuan untuk membuka isolasi daerah, meningkatkan kesejahteraan rakyat, guna menjamin keadilan sosial menyentuh sampai ke lapisan masyarakat hingga ke pedalaman.

"Pembangunan juga merupakan wujud kehadiran negara di seluruh wilayah kedaulatan NKRI. Namun sebagaimana kita ketahui semua bahwa di Papua ancaman keamanan masih sangat tinggi. Masih ada Saudara kita yang mempersenjatai diri secara ilegal dan melakukan serangkaian tindakan kekerasan dan merongrong kedaulatan negara. Termasuk menggangu proses pembangunan di Papua. Itulah sebabnya proses pembangunan tersebut harus diamankan oleh prajurit TNI," kata Pangdam Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (5/3/2019).

Sebelumnya, kata Pangdam, proyek ini dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Brantas Abdibraya yang sempat terhenti akibat adanya insiden pembantaian terhadap puluhan karyawan PT Istaka Karya oleh gerombolan separatis pimpinan Egianus Kogoya di Yigi pada (02/12/2018).

"Pasukan TNI tersebut akan digelar di sepanjang jalur pembangunan Trans Papua Wamena-Mumugu, khususnya dalam pembangunan jembatan. Teknis pelaksanaannya pembangunan akan dilanjutkan oleh satuan Zeni Konstruksi (zikon) TNI AD, sedangkan tenaga ahli tetap dari PT Istaka Karya dan PT Brantas," timpal Pangdam.

Menurut dia, negara tidak boleh mundur hanya karena adanya teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Negara akan tetap melanjutkan pembagunan samapai selesai, ini demi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat.

Pangdam menegaskan, bahwa situasi di Nduga saat ini kondusif. Rakyat yang mengungsi akibat insiden pembantaian terhadap karyawan PT Istaka Karya pada 2 Desember 2019 lalu sudah mulai kembali ke kampung dan menjalani kehidupan sosial dan ekonomi secara normal. Mereka diamankan oleh aparat TNI/Polri dan mendapatkan bantuan sembako dan layanan kesehatan baik dari aparat keamanan maupun dari pemda setempat.

"Rakyat justru trauma terhadap tindakan kekerasan oleh KKSB, bukan kepada TNI. Anda bisa membayangkan bagaimana rakyat sipil diikat tangannya dari belakang, dikumpulkan jadi satu kemudian ditembak dan dibantai secara sadis tampa pri kemanusiaan. Guru-guru dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas di Mapenduma dianiaya dan diperkosa pada bulan Oktober 2018 lalu. TNI tidak mungkin dan tidak akan pernah melakukan tindakan biadab seperti itu," ungkap Pangdam.

Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, KKSB selalu memutar balikkan fakta, dibuat seakan-akan TNI adalah pelaku penjahat kemanusiaan.

"Mereka membuat opini bahwa yang dibantai di Distrik Yigi pada bulan Desember tahun lalu adalah anggota TNI yang menyamar, tapi nyatanya media bisa melihat langsung korban dikembalikan ke keluarga semuanya adalah warga sipil, bahkan kita lihat yang sedang viral di media sekarang, keluarga membuat surat terbuka kepada Presiden agar informasi tentang nasib anggota keluarganya yang masih dinyatakan hilang agar segera terungkap," kata Kapendam.
(sms)
Berita Terkait
Kapolda Perintahkan...
Kapolda Perintahkan Semua Senjata Api Anggota Polres Membramo Raya Ditarik
Mimpi Rony Kabarjay...
Mimpi Rony Kabarjay Yatim Piatu Suku Yeinan Terwujud dengan Lulus Test Prajurit TNI AD
Kogabwilhan III Bantah...
Kogabwilhan III Bantah Klaim OPM yang Tewaskan 8 Prajurit TNI
Pangdam XVII/Cenderawasih:...
Pangdam XVII/Cenderawasih: Selamat Datang Paskhas TNI AU di Tanah Papua
Dwi Cahyono, Anak Suku...
Dwi Cahyono, Anak Suku Auyu Papua Jadi Prajurit TNI AD
Kronologi Bentrok Pasukan...
Kronologi Bentrok Pasukan Yonif 755 dengan Anggota Polres Membramo Raya
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
1 jam yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
2 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
2 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
14 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
14 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved