Peran Ki Gede Sala dalam Sejarah Berdirinya Kota Solo

Jum'at, 01 Maret 2019 - 05:00 WIB
Peran Ki Gede Sala dalam...
Peran Ki Gede Sala dalam Sejarah Berdirinya Kota Solo
A A A
Sejarah Kota Solo tak lepas dari Ki Gede Sala atau Kiai Sala. Bersama saudara seperguruannya, Kiai Carang, dan Nyai Sumedang, ketiganya menempati daerah itu sebelum Keraton Kasunanan Surakarta berdiri. Makam Ki Gede Sala dapat dijumpai di area keraton, di kawasan Baluwarti.

Ki Gede Sala seringkali disebut sebagai pendiri kota Solo. Sebab sebelum berdiri Keraton Kasunanan Surakarta, daerah itu konon adalah rawa. Dan Ki gede Sala merupakan sosok yang mampu untuk mengeringkannya.

Setelah itu, Raja Pakoe Boewono (PB) II memindahkan Keraton Kartasura ke Desa Sala, tepatnya pada 1745. “Kalau dari ceritanya, beliau (Ki Gede Sala) sebelum ada keraton, menempati tempat ini namanya Sala,” kata Joko Saputro Adi, juru kunci makam Kiai Sala.

Selain itu, di lokasi itu juga terdapat Pohon Sala. Ketika Keraton Kartasura terjadi geger Pecinan, utusan Raja mencari tempat untuk bakal keraton baru. Utusan itu berjalan ke timur dan mendapatkan tiga alternatif tempat.

Ketiga tempat itu, yakni di kawasan Sriwedari (Museum Radya Pustaka), tempat yang kini menjadi alun alun utara, dan, dan Sonosewu di daerah Kecamatan Bekonang, Sukoharjo. Utusan lalu kembali ke keraton dan menyerahkan tiga alternatif tempat itu kepada Raja PB II.

Namun dari penerawangan ahli nujum keraton, ketiga tempat memiliki halangan atau pantangan. Seperti ke depan ada risiko kembali terjadi perang saudara dan pagebluk. Raja kembali memerintahkan utusannya untuk mencari lagi tempat alternatif lainnya. Ketika itu, utusan berjalan agak ke selatan dan bertemu dengan Kiai Sala.

Saat itu, Kiai Sala mempersilakan tempatnya dipakai untuk pendirian keraton. Kiai Sala meminta agar dimakamkan di lokasi itu. “Tidak diketahui beliau (Kiai Sala) dan dua saudara seperguruannya berasal dari mana. Termasuk keturunan siapa,” ungkapnya.

Sebab sejarah Sala sendiri baru ada catatan ketika tahun 1745 atau setelah Keraton Kasunanan Surakarta berdiri. Sampai saat ini, makam Kiai Sala selalu ramai dengan para peziarah dari berbagai daerah. Ketika Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solo, para pejabat di lingkungan Pemkot Solo melakukan ziarah makam pendiri Sala, salah satu adalah makam Kiai Sala.
(wib)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
6 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
6 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
9 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved