Polda Banten Bongkar Dua Kasus Mafia Tanah

Jum'at, 22 Februari 2019 - 09:52 WIB
Polda Banten Bongkar...
Polda Banten Bongkar Dua Kasus Mafia Tanah
A A A
SERANG - Kepolisian Daerah (Polda) Banten kembali membongkar dua kasus dan mengamankan lima pelaku mafia tanah di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.

Kelima pelaku yakni Direktur PT PMS berinisial RMN, Direktur PT AMS inisal RT selaku pengguna dokumen untuk memperoleh izin, BS yang mengetik dan menulis, HI sebagai konseptor dan HU sebagai aktor intelektualnya.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Mafia Tanah Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga E mengatakan, kelima yang diamankan sudah ditetapkan sebagai tersangka mafia tanah. Tersangka RMN berusaha mengusasai tanah dengan cara memalsukan tanda tangan dalam warkah milik warga seluas 2.000 M2 di desa Saga, Belajara, Tangerang pada Januari 2019 lalu.

"Terbongkarnya praktik mafia tanah dengan merebut tanah masyarakat tanahnya seluas 2.000 M2. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan adanya tindak pidana pemalsuan tanda tangan dalam warkah oleh PT PMS, perusahaan pengembangan perumahan," kata Novri kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Novri mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan 11 saksi dan dokumen terdiri dari Surat Girik Hilang, Suket Waris, Surat Terima Luas, Surat Pernyataan, dan SPH, dokumen tesebut tandatangan dipalsukan oleh tersangka.

Kemudian, empat tersangka lainnya yang sudah menjadi tersangka, yakni RT, BS, HI dan HU menjalankan aksi dengan modus memalsukan Surat Oper Garapan dari Penggarap dengan luas lahan 10 hektar yang berlokasi di Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Lahan tersebut oleh PT AMS yang dipimpin RT dibangun ruko untuk disewakan termasuk menyewakan lahan untuk kegiatan usaha. "Yang dipermasalahkan adalah munculnya surat garapan, yang dibuat surat oper garapan dari Masyarakat ke PT AMS," kata didampingi Kasub Satgas Tindak AKBP Sofwan Hermanto.

Namun, kata Novri berdasarkan penyelidikan Surat Pernyatan Garapan dan Surat Pernyataan Oper Garapan itu tidak benar,. Sebab, masyarakat yang dijadikan figur penggarap tidak pernah menggarap di bidang tanah 10 Ha termasuk 15 SPPT yang dilampirkan tidak terdata di Dispenda Kabupaten Serang.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan 21 saksi, di antaranya pemillik hak prioritas, BPN, Dinas Tata Ruang, BPTPM, Dispenda, kades, camat, dan 14 penggarap serta dokumen yang telah disita,” tandasnya.
(wib)
Berita Terkait
Sikat Mafia Tanah, Polda...
Sikat Mafia Tanah, Polda Banten Diapresiasi Publik
Tangis Apipah Pecah,...
Tangis Apipah Pecah, Saat Polda Banten Selamatkan Tanahnya Senilai Rp1,3 M
Satgas Mafia Tanah Polda...
Satgas Mafia Tanah Polda Banten Tangkap Pelaku Pemalsuan Dokumen
Berhasil Bongkar Mafia...
Berhasil Bongkar Mafia Tanah, Kapolda Banten Minta Anggota Tak Terlena
Mafia Tanah di Pandeglang...
Mafia Tanah di Pandeglang Terbongkar, Kades Carita Ditangkap Polda Banten
MA Diminta Batalkan...
MA Diminta Batalkan Kasasi Sengketa Tanah di Mauk Banten
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
5 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
31 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved