Pemkab Raja Ampat Bakal Dirikan Pos Pengawasan di Pulau Terluar

Minggu, 03 Februari 2019 - 07:01 WIB
Pemkab Raja Ampat Bakal...
Pemkab Raja Ampat Bakal Dirikan Pos Pengawasan di Pulau Terluar
A A A
WAISAI - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah akan mendirikan sejumlah pos pengawasan di beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan Australia dan Republik Palau.

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Raja Ampat, Mohliyat Mayalibit mengatakan, kondisi geografis kabupaten Raja Ampat yang merupakan wilayah kepulauan dan berbatasan langsung dengan dua negara tetangga, sudah saatnya mendirikan pos-pos pantau dan pengawasan yang digunakan untuk mengawasi wilayah-wilayah perbatasan tersebut. Hal ini sangat penting, karena potensi sumberdaya alam dan pariwisata di Raja Ampat sangat melimpah.

"Kami tidak ingin wilayah kami dimasuki oleh orang-orang asing yang tentunya akan berdampak pada hilangnya sumberdaya alam daerah kami yang sangat melimpah, mulai dari potensi sumberdaya alam hasil laut serta potensi sumber daya alam pariwisata yang telah mendunia," jelas Mohliyat Mayalibit, Jumat 1 Januari 2019.

Untuk mendirikan sejumlah pos pengawasan tersebut, Pemkab Raja Ampat akan berkordinasi dengan pihak pemerintah pusat dalam hal ini pihak Kementerian Maritim di Jakarta. Koordinasi ini sangat penting, agar pihak Pemkab Raja Ampat juga melihat secara jelas peta wilayah dan perbatasan terbaru yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Maritim pada 2018.

"Ada empat wilayah kami (Raja Ampat) yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Distrik Misil misalnya, berbatasan langsung dengan Australia. Sedangkan di wilayah kepulauan Ayau, berbatasan dengan Republik Palau. Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat," ungkapnya.

Menurut Mohliyat dari data terbaru yang dikeluarkan pemerintah pusat dalam hal Kemenko Maritim, untuk wilayah pulau terluar yang masuk di dalam peta Indonesia, ada pulau Karangelen. Pulau tersebut merupakan bagian dari wilayah Indonesia dan berbatasan langsung dengan Republik Palau.

"Kalau awalnya kan sesuai peta, ada pulau Fani yah, yang merupakan wilayah Raja Ampat. Nah sekarang, dari data terbaru, sesuai peta yang dikeluarkan oleh pihak Kementerian Maritim, ada pulau Karangelen. Menurut informasi, itu merupakan wilayah yang mempunyai potensi sumberdaya alam yang melimpah, kami perlu untuk menetapkan lokasi tersebut untuk pembangunan pos pantau," pungkasnya.
(wib)
Berita Terkait
Soal Kepemilikan Pulau...
Soal Kepemilikan Pulau Sain, Piyai dan Kiyas, Kemendagri Diminta Tegas Sesuai Fakta Sejarah
Ganjar Pranowo Takjub...
Ganjar Pranowo Takjub Sejarah Pulau Mansinam Papua
Sensasi Indahnya Pantai...
Sensasi Indahnya Pantai Pasir Putih di Pulau Waitunu Raja Ampat
Bawa Rombongan BUMDes,...
Bawa Rombongan BUMDes, Wakil Bupati Raja Ampat Studi Banding ke Banjarnegara
Kunjungi Papua, Capres...
Kunjungi Papua, Capres Ganjar Pranowo Disambut Meriah Warga Raja Ampat
Ganjar Pranowo Dikukuhkan...
Ganjar Pranowo Dikukuhkan sebagai Tokoh Pemerhati Orang Papua
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
6 menit yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
51 menit yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
1 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved