Kantor Pos Subang Tahan Tabloid Indonesia Barokah

Sabtu, 26 Januari 2019 - 13:38 WIB
Kantor Pos Subang Tahan...
Kantor Pos Subang Tahan Tabloid Indonesia Barokah
A A A
SUBANG - Kantor Pos Subang menahan ribuan paket berisi Tabloid Indonesia Barokah, yang harusnya sudah didistribusikan ke pesantren dan mesjid di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tindakan tersebut, menyusul dugaan serangan kampanye hitam pada Pemilu 2019.

Tabloid itu diduga berisi berita provokasi dan menyerang kelompok tertentu, yang dianggap merugikan salah satu pasangan calon presiden.

Kepala Kantor Pos Subang Nur Jamaludin, Sabtu (26/1/2019) membenarkan penahanan paket yang berisi Tabloid Indonesia Barokah. Jumlahnya kata dia, sebanyak 1.951 paket. Penahanan paket tabloid itu dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan panwaslu dan kepolisian setempat.

"Hasil koordinasi itu, diminta agar paket tabloid jangan dulu didistribusikan. Jadi sampai sekarang terpaksa ditahan dulu," ujar dia.

Ribuan paket tersebut saat ini tersebar di beberapa kantor pos, seperti di kantor pos Subang dan lima kantor Pos cabang, yaitu Kantor Pos Kalijati, Jalancagak, Sukamandi, Pamanukan dan Pagaden.

Dia menyebut, sudah ada beberapa paket yang sudah sampai di alamat yang dituju, namun jumlahnya tidak melebih 100 paket. Tabloid tersebut dikirim dari Kantor Pos Jakarta Selatan.

Diduga bukan kantor Pos Subang saja yang menerima paket tabloid tersebut, namun disebarkan ke Kantor Pos lain di beberapa daerah.

Seperti diketahui, Kemunculan Tabloid Indonesia Barokah tersebut cukup membuat suasana gaduh. Namun demikian, Bawaslu Jawa Barat menyatakan jika tidak melanggar aturan pemilu. Pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers. Sementara Tim Dewan Pers juga tidak menemukan kantor redaksi tabloid itu. Alamat yang dicantumkan dinilai fiktif.

Salah seorang warga Subang Tomi mengaku merasa risih setelah membaca tabloid itu. Apalagi berita sangat tendensius dan menyudutkan salah satu pasangan presiden. Dengan berita semacam itu, menurutnya masuarakat justru malah merespon sebaliknya terhadap capres yang disudutkan.

"Surat kabar macam ini mirip-mirip Tabloid Obor Rakyat yang pernah ada pada Pilres 2014 lalu. Berita-beritanya tidak bisa dipertangungjawabkan. Menurut saya, ini bukan produk jurnalistik, tidak ada liputan di sini. Ini hanya mengutif, dan diarahkan menyerang capres,"ujar Tomi.
(sms)
Berita Terkait
Dramatis, KM Barokah...
Dramatis, KM Barokah Terbalik di Subang, 12 ABK Bisa Diselamatkan 1 Hilang
Tanah Longsor Subang,...
Tanah Longsor Subang, Dua Warga Meninggal dan 80 Orang Lainnya Mengungsi
Viral, Foto KM Barokah...
Viral, Foto KM Barokah Jaya Bersandar Sebelum Tabrakan dan Terbalik di Laut Indramayu
Bagikan Tabloid Achtung...
Bagikan Tabloid Achtung Reformasi Dikhianati, Mahasiswa Desak Usut Tuntas Pelanggaran HAM
Jumat Barokah Wakapolresta...
Jumat Barokah Wakapolresta Barelang Bagikan Sembako
Warga Subang Ikuti Bukber...
Warga Subang Ikuti Bukber dan Doa Bersama untuk Indonesia
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
4 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
4 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
7 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved