Puluhan Tahun Warga Salule'bo' Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Deras

Jum'at, 25 Januari 2019 - 10:52 WIB
Puluhan Tahun Warga...
Puluhan Tahun Warga Salule'bo' Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Deras
A A A
MAMUJU TENGAH - Di tengah gencarnya pembangunan jalan dan jembatan di Tanah Air oleh pemerintah pusat, warga di Kabupaten Mamuju Tengah , Provinsi Sulawesi Barat justru berjuang sendiri menghadapi ketertinggalan.

Miris, selama puluhan tahun ribuan warga Desa Salule'bo', Kecamatan Tobadak harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan rakit seadanya. Warga Desa Salule'bo harus rela menerobos derasnya arus sungai saat menyeberangi sungai dengan lebar kurang lebih 100 meter.

Mereka bertaruh nyawa selama puluhan tahun tanpa perhatian dari pemerintah. Padahal jarak Desa Salule'bo dengan ibu kota pemerintahan Kabupaten Mamuju Tengah hanya berkisar 30 Km. (Baca Juga: Aksi Heroik Polisi Evakuasi 2 Pasien Lewati Sungai Berarus Deras )

Tak hanya itu, warga yang akan menyeberang juga harus merogoh koceknya sebesar Rp7.500 sampai Rp15.000 untuk sekali menyeberang. Sementara petani yang hendak menjual hasil bumi ke ibukota Kabupaten Mamuju Tengah harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membayar pengemudi rakit.

Kondisi ini sudah dirasakan warga sekitar puluhan tahun. Namun hingga saat ini ribuan warga transimigrasi di wilayah tersebut harus menelan pil pahit karena tidak ada upaya dilakukan pemerintah. Padahal jalur ini adalah jalur alternatif warga menuju kota kabupaten karena jalan yang dibuat pemerintah saat ini kondisi rusak parah dan jaraknya sangat jauh.

“Jalur ini digunakan ribuan warga Desa Salule'bo' untuk menyeberang, namun kami harus membayar rakit untuk satu kali menyeberang mulai dari Rp7.500 sampai Rp15.000 tergantung kondisi air sungai dalam satu kali menyeberang,” kata Rustang, warga Salule'bo'. (Baca Juga: Jembatan Putus, Ibu Bawa Bayinya Naik Rakit Seberangi Sungai )

Sementara Andi, pemilik rakit mengaku mendapat penghasilan mulai dari Rp500.000 sampai Rp1.500.000 perhari tergantung dari banyaknya warga yang menyeberang dan mengeluarkan hasil tani untuk dijual ke kota kabupaten.

“Pemasukan tergantung dari banyaknya warga yang menyeberang. Kalau hari-hari biasa kadang Rp500.000. Tapi kalau hari pasar atau pas banyak hasil panen yang warga mau jual ke pasar kadang penghasilan sampai Rp1.000.000 perharinya,” ujar Andi.
(rhs)
Berita Terkait
Viral Video Emak-emak...
Viral Video Emak-emak di Mamuju Tengah Mengamuk Datangi Rumah Kades Lara
Hadapi Pemilu 2024,...
Hadapi Pemilu 2024, Polres Mamuju Tengah Gelar Latihan Sispamkota
Staf Honorer Dinsos...
Staf Honorer Dinsos Mamuju Tengah Tewas Diterkam Buaya Muara
Wartawan di Mamuju Tengah...
Wartawan di Mamuju Tengah Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Pinggir Jalan
Wartawan di Mamuju Tengah...
Wartawan di Mamuju Tengah Tewas, Keluarga Sebut Dianiaya Sekelompok Orang
Pembunuhan Wartawan...
Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah, 2 Saksi yang Diperiksa Tak Boleh Pulang
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
1 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
1 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
4 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
5 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
7 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved