Tembok Pemecah Gelombang Rusak, Ombak 7 Meter Ancam Perairan NTT

Kamis, 24 Januari 2019 - 21:40 WIB
Tembok Pemecah Gelombang...
Tembok Pemecah Gelombang Rusak, Ombak 7 Meter Ancam Perairan NTT
A A A
KUPANG - Gelombang laut tinggi disertai hujan angin yang sudah terjadi sepekan terakhir di Kota Kupang membuat sejumlah fasilitas umum rusak berat. Sejumlah tempat wisata hingga tanggul pemecah ombak pun hancur dihantam gelombang.

Kepala Seksi Observasi Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika El-Tari Kupang Otha Thallo menyatakan gelombang atau ombak besar akan terjadi hingga awal Februari nanti di Perairan Laut Timur dengan ketinggian hingga 7 meter dikarenakan pola tekanan rendah pada Perairan Nusa Tenggara Timur.

“Gelombang tinggi yang terjadi selama sepekan ini membuat sejumlah tempat wisata hingga tembok pemecah gelombang rusak total salah satunya di Pantai Tedis dimana gelombang keras menghantam tembok pembatas hingga ke jalan raya,” kata dia.

Otha menjelaskan, tembok pembatas Pantai Tedis di Kelurahan Lae Lae Bis Kupang (LLBK), Kecamatan Kota Lama, Kupang Nusa Tenggara Timur rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi. Untuk menghindari bahaya pihak kepolisian memasang garis polce line agar masyarat tidak mendekati lokasi longsor.

Gelombang tinggi hampir terjadi di sejumlah Perairan Nusa Tenggara Timur diantaranya wilayah Selat Wetar tinggi gelombang 2 meter; Selat Flores 3 meter; Selat Ombai 4 meter, Perairan Utara 6 meter dan Perairan Selatan dan Perairan Laut Timur hingga 7 meter dengan kecempatan angin 4 knot atau 80 kilometer per jam.

“Hujan lebat diseta angin kencang serta gelombang tinggi dikarenakan pertemuan angin pasat yang memanjang dari wilayah Bali hingga Nusa Tenggara yang menyebabkan terjadinya pola konvergensi dan juga ada pola tekanan rendah pada Perairan Selatan dan ada belokan angin. Gelombang tinggi ini terjadi hampir di seluruh wilayah NTT dengan tinggi gelombang mencapai 7 meter.

BMKG El-Tari Kupang mengimbau warga agar selalu waspada dengan cuaca ekstrim ini karena sudah memasuki puncak musim hujan dan diperkirakan hingga bulan Februari mendatang.

Markus Manu warga Kecamatan Kelapa Lima mengatakan kejadian ini terjadi sudah dua hari lalu. Namun pada malam tadi menyebabkan ombak tinggi dan menghantam tanggul hingga roboh. Tempat ini tidak bisa dijadikan tempat rekreasi untuk sementara waktu.
(sms)
Berita Terkait
BMKG: Waspadai Gelombang...
BMKG: Waspadai Gelombang Laut Setinggi 4 Meter pada 8-11 September
Gelombang Pasang Setinggi...
Gelombang Pasang Setinggi 3 Meter Terjang Kawasan Boulevard II
Gelombang Tinggi Bakal...
Gelombang Tinggi Bakal Ngamuk 2 Hari ke Depan, BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada
Antisipasi Cuaca Ekstrem,...
Antisipasi Cuaca Ekstrem, SAR Tanjungpinang Siagakan Personel
Cuaca Buruk, Nelayan...
Cuaca Buruk, Nelayan Pantura Indramayu Takut Melaut
Gelombang Setinggi 2,5...
Gelombang Setinggi 2,5 Meter Mengancam Perairan Sulut, Ini Lokasinya
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
19 menit yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
56 menit yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
1 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
2 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved