Banjir dan Longsor Tutup Akses Sejumlah Desa di Lembata

Jum'at, 28 Desember 2018 - 13:54 WIB
Banjir dan Longsor Tutup...
Banjir dan Longsor Tutup Akses Sejumlah Desa di Lembata
A A A
LEMBATA - Sejumlah desa di dua kecamatan Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terisolasi karena terputusnya akses jalan akibat bencana longsor dan pohon tumbang yang terjadi Kamis 27 Desember 2018.

Longsor terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. "Tak ada korban jiwa, namun banyak fasilitas daerah yang rusak," kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Jumat (28/12/2018).

Menurut dia, hujan yang mengguyur kabupaten yang berada di pulau sebelah selatan Flores Timur itu sangat lebat dengan diikuti tiupan angin yang cukup kencang. Hal itu telah mengakibatkan banjir yang berdampak lonsor serta sejumlah pohon tumbang menghalangi sejumlah jalan.

Bahkan fasilitas PLN yaitu tiang listrik pun ikut tumbang menghalangi jalan lintasan masyarakat dari sejumlah desa menuju ke Lewoleba ibu kota kabupaten itu. "Fasilitas jalan dan jembatan kami banyak yang terputus total, masyarakat akhirnya tak bisa melakukan perjalanan ke titik desa atau daerah lain di kabupaten ini," kata Thomas Ola.

Bekas dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang itu menyebutkan sejumlah akses yang terputus total masing-masing, Jembatan Waima yang menghubungkan sejumlah daerah di dua kecamatan yaitu Nagawutun dan Kecamatan Nubatukan. Jalan alternatif Belama menuju Loang yang juga putus total.

Untuk lintasan Lewoleba menuju Boto putus total dan yang terparah berada di titik lintasan Belang menuju Belame, selanjutnya Belame menuju Lamalewar dan Lamalewar menuju Boto. "Untuk tiga lintasan ini putus total karena pohon tumbang dan longsor," katanya.

Sejumlah pimpinan dinas terkait seperti pekerjaan umum dan perumahan rakyat, BPBD, PLN dan para camat yang wilayahnya terdampak sudah diinstruksikan melakukan pemantauan di lapangan termasuk melakukan evakuasi masyarakat jika dibutuhkan. "Sejak semalam kami sudah minta sejumlah pihak itu untuk lakukan pemantauan di lapangan," ujarnya.
(wib)
Berita Terkait
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Bogor
Tim Gabungan Berjibaku...
Tim Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban Banjir dan Longsor di Jeneponto
Sukaraja Bogor Diterjang...
Sukaraja Bogor Diterjang Banjir dan Longsor, 4 Orang Luka-luka
Pekerja Asing Jadi Korban...
Pekerja Asing Jadi Korban Banjir dan Tanah Longsor di Nepal
Ratusan Rumah di Jember...
Ratusan Rumah di Jember Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Balai Desa
Korban Banjir dan Tanah...
Korban Banjir dan Tanah Longsor di India Meningkat Tajam
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved