Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Silakan Bicara Politik di Masjid

Kamis, 27 Desember 2018 - 16:59 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul...
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Silakan Bicara Politik di Masjid
A A A
BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mempersilakan masyarakat untuk berbicara politik di masjid pada tahun politik ini sepanjang didasari niat untuk ibadah dan kemaslahatan umat.

Uu mengaku, ingin mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah. Menurut dia, ibadah bukan hanya kegiatan ritual yang diharuskan oleh agama, melainkan juga kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kemaslahatan umat.

"Masjid kan fungsinya untuk ibadah. Ibadah ada dua. Satu, ibadah mahdhah yaitu ibadah langsung secara vertikal lewat kegiatan-kegiatan ritual yang diharuskan oleh agama. Kedua, ibadah ghairu mahdhah. Kelihatannya bukan ibadah, tetapi untuk kemaslahatan umat itu ibadah," papar Uu seusai membuka Seminar Nasional Dalam Rangka Milad ke-21 Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar di Masjid Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (27/12/2018).

Oleh karenanya, lanjut Uu, masjid bukan hanya tempat untuk membicarakan soal salat, zakat, atau ibadah haji belaka. Melainkan persoalan-persoalan yang menyangkut kemaslahatan umat, mulai dari ekonomi hingga politik.

"Saya tidak suka pada aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang menilai berbicara politik di masjid itu bertentangan dengan agama. Rasul (Muhammad SAW) juga berbicara soal strategi perang hingga ekonomi di masjid," tukasnya.

Karena itu, Uu mengimbau masyarakat tidak terjebak pemahaman bahwa masjid hanya tempat untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Uu menegaskan, sepanjang demi kemaslahatan umat, berbicara politik hingga ekonomi di masjid juga ibadah. "Sebaliknya, kita melaksanakan salat tapi ingin dipuji, itu kan namanya riya," ujarnya.

Disinggung soal batasan bagi masyarakat yang hendak membicarakan soal politik di masjid, Uu menyebutkan, batasannya adalah didasari niat untuk kemaslahatan umat dan tidak dijadikan ajang untuk memecah belah bangsa.

Uu mencontohkan, menurut agama, sah-sah saja seorang calon anggota legislatif (caleg) meminta dukungan di masjid sepanjang memiliki niat untuk memajukan bangsa dan agama karena niatnya memang ibadah.

"Sebaliknya, kalau sudah menjelek-jelekan kan bukan kemaslahatan. Jadi batasannya, bukan dilarang bicara politik di masjid, tapi dilarang masjid dijadikan arena perpecahan, penghasutan. Kita harus bisa memfilter, memilih, dan memilah apa yang harus dibicarakan di masjid," tandas Uu.
(wib)
Berita Terkait
Pemprov Jabar Komitmen...
Pemprov Jabar Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi APIP
Awasi Kinerja Koperasi,...
Awasi Kinerja Koperasi, Pemprov Jabar Luncurkan Aplikasi Singakota
Wagub Uu Ruzhanul Ulum...
Wagub Uu Ruzhanul Ulum Tinjau Penerapan Prokes di Mal
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul...
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum Buka MTQ ke- 37 Jabar
Uu Ruzhanul Tekankan...
Uu Ruzhanul Tekankan Pentingnya Program Sadesha untuk Perkuat SDM
Momen Kebahagiaan Ridwan...
Momen Kebahagiaan Ridwan Kamil Naik Sisingaan ke DPRD Jabar
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
44 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved