Status Gunung Anak Krakatau Jadi Siaga, Radius Berbahaya 5 Km

Kamis, 27 Desember 2018 - 09:43 WIB
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Jadi Siaga, Radius Berbahaya 5 Km
A A A
JAKARTA - Berdasarkan pantauan PVMBG Badan Gelologi Kementerian ESDM, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus meningkat. Saat ini status Gunung Anak Krakatau ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, zona berbahaya diperluas dari dua kilometer menjadi lima kilometer.

"Dengan status ini, wisatwan dan masyarakat dilarang melakukan aktivitas di radius lima kilometer," kata Sutopo melalui siaran persnya, Kamis (27/12/2018).

Berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018. Erupsi selanjutnya berupa letusan-letusan Strombolian yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava pijar yang dominan mengarah ke tenggara. Erupsi yang berlangsung fluktuatif.

Pada Sabtu 22 Desember 2018 terjadi erupsi namun tercatat skala kecil, jika dibandingkan dengan erupsi periode September-Oktober 2018. Hasil analisis citra satelit diketahui lereng barat-baratdaya longsor (flank collapse) dan longsoran masuk ke laut. Inilah kemungkinan yang memicu terjadinya tsunami.

Sejak Sabtu 22 Desember 2018 itu , diamati adanya letusan tipe Surtseyan yaitu alira lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Hal ini berarti debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar.

"Kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut," katanya. Sejak itulah letusan berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit. (Baca: Abu Vulcano Anak Gunung Krakatau Turun hingga Kota Serang, Warga Kaget )

PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat.
Sementara itu BMKG merekomendasikan, masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi adanya tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat dihimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Gunakan selalu informasi dari PVMBG untuk peringatan dini gunungapi dan BMKG terkait peringatan dini tsunami selaku institusi yang resmi. Jangan percaya dari informasi yang menyesatkan yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
(ysw)
Berita Terkait
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
BNPB: Rentetan Gempa...
BNPB: Rentetan Gempa di Selat Sunda Tak Terkait Gunung Anak Krakatau
Anak Gunung Krakatau...
Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda Erupsi
Gunung Anak Krakatau...
Gunung Anak Krakatau Erupsi selama 41 Detik, Semburkan Abu Vulkanik
Aktivitas Gunung Api...
Aktivitas Gunung Api Meningkat, Waspadai Letusan Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau...
Gunung Anak Krakatau Erupsi Muntahkan Material Vulkanik Setinggi 3 Km
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
32 menit yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
2 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
3 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
4 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
4 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved