Hunian Hotel di Kawasan Danau Toba Menurun Jelang Natal
Jum'at, 21 Desember 2018 - 17:13 WIB
Hunian Hotel di Kawasan Danau Toba Menurun Jelang Natal
A
A
A
SIMALUNGUN - Tingkat hunian hotel berbintang di kawasan Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara menurun menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Turunnya tingkat hunian hotel di kawasan wisata ini disebabkan tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun beberapa waktu lalu. Selain itu longsor di jalan nasional Parapat dan harga tiket pesawat yang mahal.
Sejumlah manager hotel berbintang di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Jumat (21/12/2018) mengatakan, penurunan hunian hotel bahkan mencapai 60 %.
Manager Niagara Hotel Parapat, K Manurung mengatakan, saat ini pemesanan kamar baru antara 35 % hingga 40 % dari 179 jumlah kamar yang tersedia.
"Jauh menurun tahun ini pemesanan kamar untuk libur Natal dan Tahun Baru dibandingkan tahun lalu," sebut Manurung.
Dia mengatakan, penurunan pemesanan kamar kemungkinan salah satu penyebabnya adalag mahalnya harga tiket Jakarta- Medan dan Jakarta-Silangit sebagai salah satu pintu masuk ke Parapat.
Hal senada disampaikan Manager Inna Hotel Parapat, Maryanto yang mengaku hingga 4 hari menjelang Natal pemesanan kamar masih 75 dari 102 kamar yang tersedia.
Kondisi itu memang menurutnya sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Penyebabnya kata Maryanto lantaran masih banyak wisatawan yang trauma dengan tregedi KM Sinar Bangun serta bencana longsor jalan Pematangsiantar-Parapat di Desa Sibaganding baru-baru ini.
"Ada penurunan namun kecil kemungkinan masih banyak wisatawan yang masih trauma dengan tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun dan adanya jalan longsor di Sibaganding," sebut Maryanto.
Turunnya tingkat hunian hotel di kawasan wisata ini disebabkan tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun beberapa waktu lalu. Selain itu longsor di jalan nasional Parapat dan harga tiket pesawat yang mahal.
Sejumlah manager hotel berbintang di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Jumat (21/12/2018) mengatakan, penurunan hunian hotel bahkan mencapai 60 %.
Manager Niagara Hotel Parapat, K Manurung mengatakan, saat ini pemesanan kamar baru antara 35 % hingga 40 % dari 179 jumlah kamar yang tersedia.
"Jauh menurun tahun ini pemesanan kamar untuk libur Natal dan Tahun Baru dibandingkan tahun lalu," sebut Manurung.
Dia mengatakan, penurunan pemesanan kamar kemungkinan salah satu penyebabnya adalag mahalnya harga tiket Jakarta- Medan dan Jakarta-Silangit sebagai salah satu pintu masuk ke Parapat.
Hal senada disampaikan Manager Inna Hotel Parapat, Maryanto yang mengaku hingga 4 hari menjelang Natal pemesanan kamar masih 75 dari 102 kamar yang tersedia.
Kondisi itu memang menurutnya sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Penyebabnya kata Maryanto lantaran masih banyak wisatawan yang trauma dengan tregedi KM Sinar Bangun serta bencana longsor jalan Pematangsiantar-Parapat di Desa Sibaganding baru-baru ini.
"Ada penurunan namun kecil kemungkinan masih banyak wisatawan yang masih trauma dengan tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun dan adanya jalan longsor di Sibaganding," sebut Maryanto.
(rhs)