Pamit Berburu, Petani Kopi Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter
Rabu, 19 Desember 2018 - 15:59 WIB
Pamit Berburu, Petani Kopi Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter
A
A
A
PATI - Seorang petani kopi, Kamat (40) ditemukan tewas di jurang sedalam 200 meter kawasan hutan Walikejen, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018). Sebelum dikabarkan hilang, korban pamit berangkat berburu membawa senapan angin di hutan Walikejen Pati pada Senin 17 Desember 2018.
Korban merupakan warga Pangonan RT 2/3 Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Evakuasi korban membutuhkan waktu cukup lama oleh tim SAR gabungan karena harus turun ke dasar jurang. Operasi itu melibatkan tim SAR gabungan di antaranya BPBD Pati, Perhutani, Palupi, SAR Pati, Polsek serta Koramil Tlogowungu dan masyarakat sekitar.
"Korban ditemukan oleh warga yang juga ikut melakukan pencarian. Korban ditemukan di jurang berkedalaman 200 meter dan ditemukan ada luka di kepala bagian belakang," ungkap Kepala Basarnas Jawa Tengah, Aris Sofingi, Rabu (19/12/2018).
Warga langsung menghubungi tim SAR gabungan yang saat itu juga sedang melakukan pencarian. Tim SAR pun bergegas ke lokasi yang berjarak tiga kilometer dari kebun kopi milik korban untuk melakukan evakuasi. "Korban setelah berhasil dievakuasi kemudian langsung dibawa tim ke rumah duka," tuturnya.
Humas Basarnas Jateng, Zulhawary Agustianto, menambahkan, terdapat luka di kepala korban yang diduga akibat jatuh terbentur. Polisi dan petugas medis yang datang ke rumah korban juga menyimpulkan peristiwa itu akibat kecelakaan.
"Kemungkinan jatuh dan kepala terbentur. Ada luka tiga sentimeter di belakang kepala korban, diduga kena batang pohon. Kalau lihat posisinya bukan karena dianiaya. Jatuhnya 200 meteran. Kemungkinan terpeleset dan jatuh ke jurang," pungkasnya.
Korban merupakan warga Pangonan RT 2/3 Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Evakuasi korban membutuhkan waktu cukup lama oleh tim SAR gabungan karena harus turun ke dasar jurang. Operasi itu melibatkan tim SAR gabungan di antaranya BPBD Pati, Perhutani, Palupi, SAR Pati, Polsek serta Koramil Tlogowungu dan masyarakat sekitar.
"Korban ditemukan oleh warga yang juga ikut melakukan pencarian. Korban ditemukan di jurang berkedalaman 200 meter dan ditemukan ada luka di kepala bagian belakang," ungkap Kepala Basarnas Jawa Tengah, Aris Sofingi, Rabu (19/12/2018).
Warga langsung menghubungi tim SAR gabungan yang saat itu juga sedang melakukan pencarian. Tim SAR pun bergegas ke lokasi yang berjarak tiga kilometer dari kebun kopi milik korban untuk melakukan evakuasi. "Korban setelah berhasil dievakuasi kemudian langsung dibawa tim ke rumah duka," tuturnya.
Humas Basarnas Jateng, Zulhawary Agustianto, menambahkan, terdapat luka di kepala korban yang diduga akibat jatuh terbentur. Polisi dan petugas medis yang datang ke rumah korban juga menyimpulkan peristiwa itu akibat kecelakaan.
"Kemungkinan jatuh dan kepala terbentur. Ada luka tiga sentimeter di belakang kepala korban, diduga kena batang pohon. Kalau lihat posisinya bukan karena dianiaya. Jatuhnya 200 meteran. Kemungkinan terpeleset dan jatuh ke jurang," pungkasnya.
(wib)