Walhi Minta BKSDA Turun Tangan Teliti Macan Tutul Mati

Jum'at, 30 November 2018 - 15:26 WIB
Walhi Minta BKSDA Turun...
Walhi Minta BKSDA Turun Tangan Teliti Macan Tutul Mati
A A A
BANDUNG - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Jawa Barat melakukan tindakan lanjutan, pasca adanya informasi matinya macan kumbang di Soreang, Kabupaten Bandung.

Ketua BP FK3I Jabar Dedi Kurniawan mengatakan, pihaknya meminta BKSDA Jabar segera turun tangan menindaklanjuti informasi tersebut. Dalam hal ini, BKSDA bukan untuk mencari pelakunya, tetapi, bagaimana mitigasi dan rencana ke depan agar kasus tersebut tak terulang lagi.

“Kami dorong agar lakukan langkah lanjutan. Bukan mencari pelaku. Tetapi melihat macan yang sudah mati, betul apa enggak. Kemudian mencari tahu dari mana asalnya. Karena ada informasi, macan itu peliharaan. Semua harus ditelusuri,” kata dia, di Sekretariat Walhi Jabar, Jalan Cikutra Baru, Kota Bandung, Jumat (30/11/2018).

Menurut dia, BKSDA harus memberikan keterangan yang jelas dan konkrit terkait matinya macan kumbang. Sehingga tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi di tengah-tengah masyarakat. Menurut dia, kasus ini adalah kasus penting yang mesti menjadi perhatian serius.

Apalagi, kata dia, hingga saat ini masih ada keresahan di tengah masyarakat. Mereka khawatir akan ada yang ditindak hukum. Sehingga informasi yang berkembang masih simpang siur. Dinas terkait, kata dia, mesti turun dan memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Diketahui, informasi macan kumbang mati ramai diperbincangkan di media sosial. Macan kumbang tersebut diduga mati setelah ditembak warga menggunakan senapan angin. Namun, informasi yang dihimpun Walhi, macan tersebut sempat meresahkan warga dan terlihat di MCK.

Ketua Walhi Jabar Dadan Ramdan mengatakan, pihaknya melihat BKSDA Jabar tidak serius menangani kasus seperti ini. Hal itu juga terjadi pada kasus sebelumnya. Padahal itu tugas BKSDA.

“Penyadaran terhadap masyarakat belum maksimal. Jangan sampai masyarakat sekitar kawasan perlindungan tidak tahu mana satwa dilindungi. Sosialisasi BKSDA masih lemah,” tegasnya.
(wib)
Berita Terkait
Harimau Jantan Muncul...
Harimau Jantan Muncul di Dekat Permukiman di Riau, Videonya Viral
Memilukan! Harimau Betina...
Memilukan! Harimau Betina Terperangkap Jerat Babi di Gayo Lues
Upaya BKSDA Blitar Melacak...
Upaya BKSDA Blitar Melacak 'Sang Legenda' Harimau Jawa di Lereng Wilis
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved