Limbah Tetap Bau, Uji Coba Operasional Pabrik Serat Rayon Dihentikan

Selasa, 27 November 2018 - 21:45 WIB
Limbah Tetap Bau, Uji...
Limbah Tetap Bau, Uji Coba Operasional Pabrik Serat Rayon Dihentikan
A A A
SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menginstruksikan agar uji coba operasional tahap kedua pabrik pengolahan serat rayon, PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) di Desa Plesan Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dihentikan. Keputusan diambil sebagai respons terhadap aksi unjuk rasa warga terdampak limbah bau tak sedap yang diduga dari sisa produksi PT RUM.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, saat ini PT RUM masih dalam masa sanksi administrasi untuk mengatasi bau limbah hingga Agustus 2019. Jika belum teratasi, maka tidak boleh ada kegiatan produksi. Namun pada Oktober lalu, pabrik meminta izin trial atau uji coba tahap kedua menyusul terpasangnya alat untuk menetralisir bau yang didatangkan dari luar negeri.

Pada perkembangannya, bau tetap muncul dan warga unjuk rasa lagi. Pemkab sudah mengeluarkan surat peringatan penghentian trial kedua dan tidak mendapatkan tanggapan dari pihak pabrik. "Kami minta operasional dihentikan tapi tidak diindahkan," kata Wardoyo Wijaya, Selasa (27/11/2018).

Dengan adanya aksi yang terus berlanjut, Pemkab Sukoharjo memberikan ketegasan penghentian trial kedua dengan batas waktu toleransi seminggu ke depan untuk menghabiskan sisa bahan produksi. Uji coba operasional resmi dihentikan pada 2 Desember mendatang. Apabila tidak dipatuhi, Pemkab Sukoharjo dan warga akan mendatangi pabrik dan menghentikan kegiatan.

"Saya harap ini menjadi kesepakatan bersama dan dilaksanakan," katanya. (Baca juga: Tak Tahan Bau Limbah, 15 Keluarga di Sukoharjo Mengungsi )

General Manager HRD PT RUM, Haryo Ngadiyono menyatakan, kesepakatan dinilai berat untuk keberlangsungan pabrik. Sebab dari perhitungan, bahan-bahan produksi tidak akan selesai dikerjakan dalam seminggu ke depan.

Pada dasarnya perusahaan telah berupaya dengan sangat maksimal mengelola sisa limbah produksi. Dengan pemasangan alat baru, limbah yang dihasilkan dari produksi berada di bawah standar baku mutu pencemaran. Tetapi pada kenyataannya bau masih tetap muncul.
"Ini menjadi bahan evaluasi upaya pembenahan dan penyempurnaan pabrik dalam mengelola limbah," ucap Haryo Ngadiyono. (Baca juga: Limbah Serat Rayon Tetap Bau, Warga Tuntut Izin Pabrik Dicabut )
(amm)
Berita Terkait
Kritis Pencemaran Lingkungan
Kritis Pencemaran Lingkungan
Peduli Lingkungan, PPLI...
Peduli Lingkungan, PPLI Komitmen Cegah Pencemaran Limbah Industri
Ini Biang Kerok Sungai...
Ini Biang Kerok Sungai Cibeet Karawang Menghitam dan Bau Busuk
Digugat Pencemaran Limbah...
Digugat Pencemaran Limbah Beracun, PT CPI Mangkir Sidang
Heboh! Limbah Mirip...
Heboh! Limbah Mirip Awan dan Bau, Tim Laboratorium Turun Tangan Uji Sampel Air Kali Rasmi
Sidak Bengawan Solo,...
Sidak Bengawan Solo, Ganjar Temukan Pipa Siluman dan Bangkai Babi
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
5 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
7 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
8 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
9 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
9 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
9 jam yang lalu
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved