Kisah Karomah Habib Abdurrahman bin Abdullah

Senin, 26 November 2018 - 05:00 WIB
Kisah Karomah Habib...
Kisah Karomah Habib Abdurrahman bin Abdullah
A A A
Al Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Habib Cikini adalah salah satu ulama generasi kedua dari garis keturunan keluarga al-Habsyi yang telah menetap di negeri ini.

Al Habib Abdurrahman terlahir dari keluarga besar al-Habsyi pada cabang keluarga al-Hadi bin Ahmad Shahib Syi’ib di Semarang. Nasab lengkapnya adalah Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad bin Husein bin Abdurrahman bin Husein bin Abdurrahman bin Hadi bin Ahmad Shahib Syi’ib bin Muhammad al-Ashghar bin Alwi bin Abubakar al-Habsyi.

Kakeknya yang bernama Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi adalah yang pertama kali datang dari Hadhramaut dan menetap di Pontianak dan kemudian menikah dengan seorang putri dari keluarga Kesultanan Pontianak. Kakeknya ini pun ikut mendirikan Kesultanan Hasyimiyah Pontianak bersama keluarga al-Qadri.

Dalam catatan pada kitab rujukan “Nasab Alawiyyin” susunan Habib Ali bin Ja’far Assegaf dituliskan, dengan jelas bahwa Habib Abdullah (Ayah Habib Abdurrahman) adalah seorang kelahiran Hadhramut, Yaman tepatnya di Tarbeh.

Habib Abdurrahman sering juga disebut sebagai “Putra Semarang” karena selain pernah menetap di Pontianak, Habib Abdullah bin Muhammad al-Habsyi (ayah Habib Cikini) yang semasa hidupnya memiliki aktivitas berdagang antar pulau, juga pernah menetap di Semarang. Namun dari sebuah tulisan menyatakan bahwa dia menikah pertamakali di Semarang.

Sebuah naskah juga menyebutkan, ibu Habib Abdurrahman adalah seorang syarifah dari keluarga Assegaf di Semarang.

Habib Abdurrahman juga memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Habib Syekh dan Raden Saleh. Diantara sejarah kehidupan Habib Abdurrahman yang didapat dari sejumlah sumber adalah bahwa dia sahabat karib Habib Syekh bin Ahmad Bafaqih (Botoputih-Surabaya).

Hal tersebut diantaranya dicatat dalam catatan kaki Ustadz Dhiya’ Shahab dalam bukunya “Syams adz-Dzahirah”. Selain itu berdasarkan cerita Habib Abdurrahman menikahi Syarifah Rogayah binti Husein bin Yahya yang adalah adik dari maestro lukis Raden Saleh.

Namun karena tidak dikaruniai keturunan, dia pun kembali menikah dengan Hajah Salmah dari Jatinegara. Dari pernikahannya dengan Salmah tersebut kemudian lahir Habib Ali dan Habib Abdul Kadir.

Konon ketika akan melahirkan Habib Ali, Salmah bermimpi menggali sumur yang mengeluarkan air meluap dan membanjiri sekelilingnya. Habib Abdurrahman yang mendengar mimpi istrinya segera menemui Habib Syekh bin Ahmad Bafaqih, meminta pendangan. Menurut sahabatnya itu, mimpi tersebut merupakan pertanda kalau Habib Abdurahman akan menapatkan seorang putra yang saleh dan ilmunya melimpah-limpah keberkatannya.

Selain memiliki putra yang pandai dalam ilmu agama, Habib Abdurahman juga memiliki banyak murid yang pandai dalam mengembangkan agama Islam, khususnya di wilayah Jakarta. Salah satu murid Habib Abdurahman yang paling tersohor adalah Habib Ahmad Bin alwi Al Hadad yang dikenal dengan Habib Kuncung.

Lalu Habib Abdurahman wafat pada 1881, jasadnya dikebumikan di belakang Hotel Sofyan, di antara Jalan Cikini Raya dan Kali Ciliwung, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat di tanah pekarangan rumah sahabatnya.

Diatas makamnya tersebut bahkan kemudian didirikan sebuah bangunan sederhana yang dimaksudkan sebagai qubah makamnya. Meski tak seramai makam putranya sendiri, dari waktu ke waktu makamnya kerap diziarahi orang.

Sejarah memang tak meninggalkan catatan yang cukup memadai untuk memaparkan lebih jauh ihwal sosok dan sejarah hidup Habib Abdurrahman. Namun demikian, makamnya, yang sejak dulu terus diziarahi, kedekatannya dengan orang seperti Habib Syekh bin Ahmad Bafaqih Botoputih, Surabaya, perhatiannya yang mendalam terhadapa masa depan putranya, yaitu Habib Ali, terutama dalam hal bekal keilmuan, serta jalinan kekeluargaan yang dia miliki, cukup menjadi indikasi bahwa dia sosok yang saleh yang memiliki perhatian mendalam pada ilmu-ilmu agama dan memiliki kedudukan terpandang dimasanya.

Salah satu karomah dari Habib Abdurrahman adalah keberadaan air yang keluar secara deras dari dalam makamnya saat akan dipindahkan. Sehingga namanya pun dikenal dengan Habib Cikini.

Masyarakat pun berduyun - duyun mendatangi makam tersebut, tak sedikit diantara mereka yang mendatanginya untuk keperluan mengambil air tersebut. Dimana diyakini oleh sebagian orang bahwa air itu memiliki khasiat yang istimewa diantaranya untuk mengobati berbagai penyakit. Selain itu akibat keluarnya air yang mengalir deras tersebut pemindahan makam urung dilakukan dan makamnya tetap berada di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Bahkan seorang jamaah majelis dzikir asal Jakarta Barat yang kerap mengikuti pengajian mengaku mendapat berkah dari karomah sang Habib. Dimana saat sumur di rumahnya di bilangan Jakarta Barat mengalami kekeringan, salah satu rekan sesama jamaahnya menyarankan agar dirinya berziarah dan mengambil sedikit air di makam sang Habib dan menuangkannya di sumur miliknya di Jakarta Barat.

"Alhamdulilah sumur saya yang semula kering bisa kembali berisi air dengan melimpah. Tentunya ini terjadi berkat pertolongan Allah SWT semata bukan karena syirik dengan mempercayai air keramat tersebut," timpal salah satu jamaah.

Sumber :
- bloghabaib.blogspot
-majelisratibmuhyinnufuussyamsisyumus.blogspot
(sms)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
3 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
4 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
6 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
6 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
6 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
7 jam yang lalu
Infografis
6 Alasan Mohamed bin...
6 Alasan Mohamed bin Zayed Investasi Rp532,6 T untuk Ras Al Hekma Mesir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved