Kantor DPRD Raja Ampat Disegel Masyarakat Adat

Rabu, 21 November 2018 - 17:42 WIB
Kantor DPRD Raja Ampat...
Kantor DPRD Raja Ampat Disegel Masyarakat Adat
A A A
WAISAI - Untuk kesekian kalinya, kantor DPRD Kabupaten Raja Ampat didemo dan dipalang (segel) oleh perwakilan masyarakat adat. Masyarakat adat kali ini dipimpin oleh koordinator umum Solidaritas Peduli Masyarakat Maya Adam Gaman, dan ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat adat Nusantara (AMAN), Feki Mobalen, beserta sejumlah ormas pemerhati Masyarakat Adat lainnya.

Demo yang dilaksanakan dihalaman kantor DPRD kabupaten Raja Ampat, Rabu (21/11/2018), Aksi demo damai masyarakat adat ini dimulai pukul 11.00 WIT.

Dalam tuntutan yang dibacakan, Masyarakat Adat yang melakukan aksi ini, mempermasalahkan ganti rugi atas tanah pinjaman Pemerintah Daerah yang hingga kini belum dibayar.

"Padahal melalui rapat DPRD dalam membahas APBDP 2018 telah menganggarkan Rp20 milair untuk ganti rugi 600Ha milik masyarakat Adat. Namun hingga sekarang belum dibayarkan," ujar Adam Gaman saat ditemui di Kantor DPRD Raja Ampat, Rabu (21/11/2018).

Adam Gaman mengatakan, lokasi tanah yang dipinjamkan kepada pemda, kini secara sepihak diklaim oleh Pemerintah tanpa ganti rugi kepada masyarakat Adat dengan menerbitkan sertifikat tanah milik pemda.

"Bahkan pemda mendorong masyarakat Adat untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui persidangan di PTUN. Padahal kami tidak pernah mengeluarkan surat pelepasan, karenanya kami mempertanyakan proses pembuatan sertifikat ini. Kami minta ini segera diselesaikan agar tidak menjadi konflik berkepanjangan dan melebar menjadi pelanggaran HAM," ujar Adam Gaman.

Aksi demo masyarakat adat ini diterima langsung perwakilan anggota DPRD Kabupaten Raja Ampat, Abbas Umlati yang kemudian menerima surat tuntutan.

"Kami berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan, saya pribadi meminta masyarakat adat untuk turut mengawal permasalahan ini agar cepat selesai dan Masyarakat Adat menerima haknya, tentunya sesuai Peraturan yang berlaku," jelas Abbas Umlati.

Pihak masyarakat adat dalam demo kali ini juga mengancam akan mengerahkan masa yang lebih besar untuk menduduki seluruh kantor Pemerintah hingga lumpuh apabila tuntunan masyarakat adat ini tidak dipenuhi dalam waktu dekat.
(sms)
Berita Terkait
Bawa Rombongan BUMDes,...
Bawa Rombongan BUMDes, Wakil Bupati Raja Ampat Studi Banding ke Banjarnegara
Kunjungi Papua, Capres...
Kunjungi Papua, Capres Ganjar Pranowo Disambut Meriah Warga Raja Ampat
Ganjar Pranowo Dikukuhkan...
Ganjar Pranowo Dikukuhkan sebagai Tokoh Pemerhati Orang Papua
Sambut Ganjar Pranowo,...
Sambut Ganjar Pranowo, Masyarakat Raja Ampat Gelar Atraksi Perahu hingga Barapen
Sensasi Indahnya Pantai...
Sensasi Indahnya Pantai Pasir Putih di Pulau Waitunu Raja Ampat
Polisi Tindak Tegas...
Polisi Tindak Tegas Pelaku Penyerangan Relawan KOKO dan AFU-ORI
Berita Terkini
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
1 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
2 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
3 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
3 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
5 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
13 jam yang lalu
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved