Sangat Berbahaya bagi Tubuh, Ini Kandungan Gel Pembalut Wanita

Jum'at, 09 November 2018 - 20:32 WIB
Sangat Berbahaya bagi...
Sangat Berbahaya bagi Tubuh, Ini Kandungan Gel Pembalut Wanita
A A A
SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah akhirnya angkat bicara tentang maraknya anak-anak yang kecanduan minum air rebusan pembalut wanita. Pembalut yang berfungsi menyerap darah haid menggunakan bahan kimia senyawa klorin di antaranya untuk pemutih pakaian dan pembersih lantai.

"Kalau pembalut itu (isi gel) biasanya untuk pemutih dan desinfektan yaitu menggunakan klorin. Lalu juga bahan yang menyerap, karena fungsinya pembalut adalah menampung atau menyerap darah haid," kata Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo, Jumat (9/11/2018).

Dia mengatakan, mestinya bahan kimia klorin bermanfaat bagi beragam kebutuhan. Namun, bahan tersebut disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu hingga masuk ke tubuh manusia. Padahal klorin dalam konsentrasi yang tinggi sangat berbahaya dan beracun bagi semua makhluk hidup.

"Sebenarnya kalau semacam klorin biasa kita pakai di kebutuhan rumah tangga, pemutih pakaian, pembersih lantai. Lalu juga desinfektan kolam renang dan sebagainya. Bahan seperti itu banyak digunakan rumah tangga. Manfaatnya banyak, tapi yang menjadi masalah bukan manfaatnya tapi penyalahgunaannya," paparnya.

(Baca juga: BNN Sebut Anak-Anak di Jawa Tengah Kecanduan Pembalut Rebus )

"Kalau masuk ke tubuh dampaknya dalam jangka panjang tentunya mengganggu kesehatan kita, mengganggu organ-organ kita. Bisa menjadi karsinogenik dan sebagainya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menemukan kasus anak-anak kecanduan air rebusan pembalut wanita di beberapa daerah. Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang mendiami wilayah pinggiran kota, seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah AKBP Suprinarto menyebut, anak-anak yang mulai kencanduan berusia pelajar yakni 13-16 tahun. Keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama bagi anak-anak tersebut, karena tak mampu membeli sabu yang harganya mencapai jutaan rupiah per gram.
(amm)
Berita Terkait
Jaringan Narkoba di...
Jaringan Narkoba di Yogya Terbongkar, Dikendalikan dari Lapas Jawa Tengah
Gerebek Rumah Pengedar...
Gerebek Rumah Pengedar Obat Terlarang di Sragen, Polisi Sita Ribuan Butir Pil Koplo
509,7 Gram Sabu dari...
509,7 Gram Sabu dari Afrika Gagal Diselundupkan ke Jawa Tengah
Kanwil Bea Cukai Jawa...
Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah Tingkatkan Kompetensi Pegawai Berantas Narkoba
Jelang Pernikahan, Pria...
Jelang Pernikahan, Pria di Kendal Malah Tertangkap Jual Narkoba
Beli Ganja Secara Online,...
Beli Ganja Secara Online, 3 Pria di Magelang Diciduk Polisi
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
50 menit yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
1 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
1 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
13 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
14 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
14 jam yang lalu
Infografis
Cegah Anemia, Ini 3...
Cegah Anemia, Ini 3 Waktu Terbaik Makan Daging bagi Wanita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved