Warga Surabaya Temukan Sumur Tua Diduga Peninggalan Era Majapahit

Kamis, 01 November 2018 - 17:48 WIB
Warga Surabaya Temukan...
Warga Surabaya Temukan Sumur Tua Diduga Peninggalan Era Majapahit
A A A
SURABAYA - Penemuan sumur tua gegerkan warga Jalan Pandean Gang 1 RT 1 RW 13, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng. Diperkirakan sumur tua tersebut peninggalan era Kerajaan Majapahit. Sumur tua yang berdiding tanah liat tersebut, memiliki tiga tumpukan dengan diameter yang berbeda. Dibagian teratas memiliki diameter sekitar 80 cm, sedangkan pada tumpukan kedua dan ketiga berdiameter 70 cm.
Warga Surabaya Temukan Sumur Tua Diduga Peninggalan Era Majapahit

Sedangkan dinding sumur tua tersebut berwarna dasar merah dan sebagian masih berlumuran tanah liat. Sumur tua itu ditemukan di kedalam tanah kurang lebih 1 meter.

Sumur tua tersebut, pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja yang bernama Suep (46). Saat itu, Suep bersama rekan-rekannya sedang mengali tanah untuk saluran box culvert.

"Saat itu, saya hendak mengali tanah untuk memasang box culvert untuk saluran air. Namun saat menggali di kedalam 1 meter menemukan lingkaran berukuran 80 cm. Kemudian kita gali terus ternyata kayak sumur. Makin kedalam ukurannya mengecil," kata Suep, Kamis (1/11/2018).
Warga Surabaya Temukan Sumur Tua Diduga Peninggalan Era Majapahit

Suep menjelaskan, jika penemuan sumur tua tersebut usai salat Maghrib. Usai menemukan sumur tua itu semua aktivitas pengalian proyek box culvert dihentikan. "Setelah salat maghrib sumur itu kami temukan. Habis itu kami berhenti melanjutkan memasang box culvert," ungkap Suep.

Suep dan rekanya yang menasaran, akhirnya membongkar isi sumur tersebut, ternyata didalam sumur tua tersebut ditemukan bata merah yang berukuran besar dan memiliki bekas tiga jari."Waktu kami bongkar sumur tua itu, ternyata didalamnya tertutup batu bata yang sudah tak beraturan," ungkapnya.

Setelah mendapatkan temuan sumur tua itu, para pekerja langsung melaporkan kepada pihak Kelurahan Peneleh. "Kami langsung melaporkan ke pihak kelurahan. Untuk menentukan apakah pekerjaan dilanjutkan atau tidak," ujar Suep.

Sementara itu, untuk mengindari hal-hal yang tidak diingkan, para pekerja memasang garis dilarang melintas. Sumur tua tersebut juga ditutup oleh papan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti menduga sumur tersebut peninggalan Majapahit. Umurnya diperkirakan lebih dari 500 tahun. Tapi untuk memastikan kebenarannya, pihaknya sedang berkoordinasi dengan para ahli arkeolog dari Trowulan.

"Barang ini umurnya berapa, kemudian kan perlu proses penanganan lebih lanjut", papar dia.Untuk diketahui, Kelurahan Peneleh merupakan salah satu kawasan cagar budaya di Kota Surabaya.
(sms)
Berita Terkait
Situs Kota Berusia 5.000...
Situs Kota Berusia 5.000 Tahun di Amerika Terancam Rusak Akibat Perambahan
Kapak Berusia Ratusan...
Kapak Berusia Ratusan Ribu Tahun Ditemukan di Arab Saudi
Banjir Genangi Situs...
Banjir Genangi Situs Warisan Dunia, China Evakuasi 100.000 Orang
Situs Gedog Blitar Pernah...
Situs Gedog Blitar Pernah Dirusak, Ini Ceritanya
Arkeolog Temukan Arca...
Arkeolog Temukan Arca dan Lingga di Situs Srigading Malang
5 Candi Terbesar di...
5 Candi Terbesar di Dunia, Salah Satunya Borobudur
Berita Terkini
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
26 menit yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
1 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
3 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
3 jam yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved