Polda Jatim Kirim Tiga Sampel DNA Keluarga Korban Lion Air ke RS Polri

Rabu, 31 Oktober 2018 - 14:45 WIB
Polda Jatim Kirim Tiga...
Polda Jatim Kirim Tiga Sampel DNA Keluarga Korban Lion Air ke RS Polri
A A A
SURABAYA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur sudah mengambil tiga sampel DNA keluarga korban Lion Air JT-610 yang ada di Jatim. Dua DNA keluarga korban dari Blitar yakni Hesti Nuraini dan Tri Haska Hafidzi. Kemudian satu korban dari Madiun, Alfiani Hidayati Solikah.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim mengatakan, Tim DVI Biddokkes akan mengantar sampel DNA tersebut ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (31/10/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, tim DVI Polda Jatim tidak membawa sampel DNA dari keluarga korban di Surabaya. Ini karena keluarga korban asal Surabaya, Deryl Fida Febrianto bertolak ke Jakarta.

"Kedua orang tuanya (Deryl) langsung ke RS Polri di Kramat Jati. Sehingga hanya tiga sampel DNA yang bisa kami ambil dan kita bawa ke Jakarta. Nanti sampel DNA keluarga Deryl akan diambil di Jakarta," katanya.

Tim DVI Biddokkes Polda Jatim sebelumnya telah mengambil sampel DNA di Madiun. Ini bagian dari post mortem. Tim mengambil sampel orang tua salah satu pramugari Lion Air JT-610 bernama Alfiani Hidayatul Solikha. Antara lain sampel darah, kuku, dan rambut. Tim menanyai kedua orang tua Alfiani terkait apapun yang menempel atau dibawa dan ciri fisik korban sebelum berangkat ke Jakarta. Misalnya, tanda lahir, bekas luka, foto terbaru, berat, dan tinggi badan.

Data tersebut akan digunakan sebagai data sekunder untuk membandingkan dan mencocokkan dengan data yang sudah ada. "Untuk korban dari Sidoarjo (Moejiono dan Jannatun Cintya Dewi) kami masih mengecek rumah korban," ujar Barung.

Terkait kecocokan sampel DNA dari keluarga terhadap korban, Barung menolak menjawab. Menurutnya, semua informasi tentang identitas korban terpusat di tim DVI RS Polri. Polda Jatim sendiri sudah mengirim tim ke Jakarta untuk melakukan ante mortem.

Tim ini akan mengambil data-data fisik yang diperoleh melalui personal identification setelah korban meninggal. Seperti sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi dan foto diri korban pada saat ditemukan lengkap dengan barang-barang yang melekat di tubuhnya dan sekitarnya, bahkan termasuk isi kantong pakaiannya.

"Pencocokan data antara ante mortem dan post mortem akan dilakukan di sana (RS Polri)," kata Barung.
(amm)
Berita Terkait
Keluarga Korban Tragedi...
Keluarga Korban Tragedi Lion Air Minta Boeing Didenda Rp406,8 Triliun
Selain Sriwijaya Air,...
Selain Sriwijaya Air, Ini Enam Tragedi Pesawat Paling Mengerikan
Kumpulkan Informasi...
Kumpulkan Informasi Seputar Pesawat Sriwijaya Air yang Hilang, KNKT Koordinasi dengan BPPT
Lion Air Investigasi...
Lion Air Investigasi Video Viral Paket yang Dilempar dari Pesawat
3 Efek Negatif Kecelakaan...
3 Efek Negatif Kecelakaan Jeju Air, Salah Satunya Berdampak Pada Maskapai Murah
10 Tragedi Pesawat Jatuh...
10 Tragedi Pesawat Jatuh Akibat Ditembak, Maskapai Milik Malaysia Paling Tragis
Berita Terkini
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
13 menit yang lalu
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
1 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
1 jam yang lalu
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
2 jam yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
2 jam yang lalu
Infografis
Bos Meta Minta Maaf...
Bos Meta Minta Maaf ke Orangtua yang Anaknya Jadi Korban Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved