Dinkes Kobar Gelar Sosialisasi Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat

Selasa, 30 Oktober 2018 - 12:00 WIB
Dinkes Kobar Gelar Sosialisasi...
Dinkes Kobar Gelar Sosialisasi Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Aula Dinas Kesehatan, Rabu (24/10/2018). Sosialisasi Gema Cermat ini sekaligus memperingati Hari Farmasi se-Dunia (World Farmacy Day) 2018.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kobar Achmad Rois mengatakan, pemahaman mengenai obat tersebut perlu diketahui dengan baik oleh masyarakat. Obat itu sendiri mempunyai banyak persepsi, ada obat yang bisa menyembuhkan, tapi ada pula yang tidak menyembuhkan. Mengapa hal itu bisa terjadi?, Inilah informasi yang perlu disebarluasakan kepada masyarakat.

"Kita ingin memberikan pengertian yang benar mengenai obat kepada semua lapisan masyarakat. Obat itu akhirnya ada banyak persepsinya, ada obat yang bisa menyembuhkan. Apabila obat itu digunakan selesai dan sembuh, tapi ada juga obat yang tidak sebagai penyembuh ketika yang muncul adanya efek samping obat tersebut. Bahkan, obat bisa menjadi obat yang bisa mematikan bagi manusia ketika obat itu tidak sesuai dengan takaran, nah ini harus dipahami semuanya," katanya.

Agar Gema Cermat di masyarakat dapat tersebar secara luas, tambah Rois, pihaknya mengundang sejumlah wartawan, admin media sosial (medsos), dan mahasiswa di Pangkalan Bun sebagai peserta sosialisasi.

"Jurnalis, admin medsos dan kelompok-kelompok yang bergerak untuk menyebarkan informasi ini juga menjadi potensi bagi masyarakat. Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menjangkau semuanya, untuk menyampaikan informasi ini. Kita sangat diuntungkan dengan situasi milenial seperti ini. Saat ini siapa yang dapat memastikan seseorang akan tertinggal informasi, semuanya pasti mendapatkan informasi terkini melalui berbagai media online, medsos dan lainnya," ucapnya.

Menurut Kasi Analisis Farmaekonomi Obat Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Hendra Hermawan, tujuan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penggunaan obat di masyarakat. Menurutnya, kasus-kasus penyalahgunaan obat di masyarakat banyak disebabkan karena minimnya informasi mengenai obat.

"Ini terjadi karena miskin informasi yang diterima oleh masyarakat dan kurangnya tenaga kesehatan yang berkompeten untuk memberikan informasi tersebut. Misal dari farmasi atau tenaga kesehatan yang lain. Masyarakat juga sudah banyak yang melakukan swamedikasi, tetapi tidak sesuai dengan kaidah-kaidah pengobatan yang benar, maka Gema Cermat ini perlu dilakukan agar masyarakat cerdas menggunakan obat. Kita menyasar masyarakat mulai dari cara dia memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan meminum obat dengan benar. Jurnalis dan admin medsos di sini untuk membantu menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat," kata Hendra yang menjadi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Hendra memberikan contoh yang salah di masyarakat. Banyak masyarakat membeli obat keras di toko obat atau di warung-warung tanpa menggunakan resep dokter. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang menggunakan obat tersebut.

"Misalnya lagi, cara menggunakan obat antibiotik. Tadi sudah mendapatkannya tanpa resep dokter dan menggunakannya juga tidak dihabiskan, itu bisa menyebabkan resistensi, atau menyimpan sisa obat antibiotiknya di rumah tidak dihabiskan lalu digunakan oleh anggota keluarga yang lain, itu juga sudah menyalahi. Antibiotik itu harus dihabiskan selama siklus pengobatan, untuk tablet rata-rata 5 hari, ini karena resistensi semakin tinggi, jadi volume pemberian obat antibiotik semakin panjang," katanya.

Ia pun menambahkan, perilaku masyarakat yang menyimpan obat di dalam mobil atau di dalam freezer/kulkas dalam waktu yang lama juga dapat merusak potensi obat. "Apabila obat antibiotik, itu harus dihabiskan, jangan disimpan di freezer/kulkas atau di dalam mobil. Antibiotik harus dihabiskan walaupun orang itu sudah sembuh, ini terkait dengan bakteri dalam tubuh ketika pasien itu sembuh bakteri itu bisa kembali dan malah resisten. Hal ini juga berlaku untuk obat lainnya, jangan disimpan di tempat itu, bisa merusak potensi obat itu sendiri," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
DPRD Kotawaringin Barat...
DPRD Kotawaringin Barat Apresiasi Pemkab Atas Raihan Opini WTP ke-9 Kali
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Idul Adha, PT KPC Salurkan...
Idul Adha, PT KPC Salurkan 9 Sapi dan 7 Kambing di Kobar dan Lamandau
Mandi di Sungai Arut...
Mandi di Sungai Arut Habis Lebaran, Karyawan Tenggelam dan Belum Ditemukan
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
56 menit yang lalu
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
59 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
1 jam yang lalu
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
2 jam yang lalu
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
2 jam yang lalu
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
3 jam yang lalu
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved