Pemprov Jateng Harus Sertifikasi Aset

Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:03 WIB
Pemprov Jateng Harus...
Pemprov Jateng Harus Sertifikasi Aset
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) diminta segera melakukan sertifikasi aset dengan jelas. Langkah itu harus ditempuh, agar aset yang dimiliki bisa optimal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi C DPRD Jateng Hasan Asy’ari mengatakan, sejauh ini pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah kurang maksimal. Bahkan PAD yang didapat, mayoritas diperoleh dari pajak kendaraan bermotor. Selain itu aset yang ada belum sepenuhnya bersertifikat.

“Tentu sebelum melakukan optimalisasi, sertifikasi aset ini yang harus ditempuh biar semua jelas keberadaan maupun statusnya. Baik aset yang dikelola organisasi perangkat daerah, maupun instansi khusus yang mengelola aset daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Rabu (10/10/2018).

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melanjutkan, langkah selanjutnya adalah pemetaan aset berdasarkan letak dan fungsinya. “Hal ini agar memiliki manfaat yang maksimal, baik dikelola sendiri oleh Pemprov maupun kerja sama badan usaha milik daerah, dan swasta murni,” terangnya.

Hanya saja menurutnya, semuanya harus dilakukan dengan perencanaan proyeksi. Baik itu proyeksi peruntukan aset yang ada maupun hasil yang akan diperoleh. “Tentu dalam hal ini tidak boleh asal-asalan. Butuh analisis yang matang. Jangan sampai potensinya miliaran, kemudian hasilnya hanya puluhan juta,” tegas Wakil Ketua DPW PKB Jateng ini.

Menurut Hasan, dalam penataan maupun optimalisasi, aset butuh profesionalisme. Mulai dari perencanaan, pengelolaan, maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada. “Kita juga harap aset ini benar-benar jadi perhatikan. Karena dari tahun ke tahun persoalan ini belum bisa diselesaikan dengan tuntas,” bebernya.

Dari keterangan Pempov Jateng, jelas Hasan, total aset yang ada saat ini nilainya Rp36 triliun. Atas dasar itu, keberadaannya harus dikelola secara optimal dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas untuk menghasilkan PAD yang optimal.
(rhs)
Berita Terkait
Punya 11 BUMD Potensial,...
Punya 11 BUMD Potensial, DPRD Nilai Pemprov Jateng Belum Optimal Kelola Aset Daerah
Ganjar Instruksikan...
Ganjar Instruksikan Kepala Daerah Berlakukan Penegakan Hukum Pelanggar Prokes
Ganjar Pranowo Minta...
Ganjar Pranowo Minta Daerah Zona Merah Wajib Ambil Tindakan Tegas
Masih Kesulitan Tarik...
Masih Kesulitan Tarik Investor, Dewan Dorong Pengelolaan Aset Pemprov Jateng
Bidik Pelajar di Daerah...
Bidik Pelajar di Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved