Seluruh Moda Transportasi di Jakarta Akan Dikelola Satu Manajemen

Selasa, 02 Oktober 2018 - 06:05 WIB
Seluruh Moda Transportasi...
Seluruh Moda Transportasi di Jakarta Akan Dikelola Satu Manajemen
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta segera mengganti branding One Karcis One Trip (Ok Otrip) setelah sembilan bulan melakukan uji coba. Branding tersebut nantinya mengintegrasikan satu manajemen, tarif dan rute antarmoda transportasi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, uji coba OK Otrip selama sembilan bulan menujukan hasil yang positif dengan jumlah penumpang sebanyak 68.000 per hari dari 33 rute yang dilayani 483 armada. Artinya, warga merasakan kenyamanan, keamanan dan keselamatan. dalam menggunakan transportasi massal.
Untuk itu, hasil uji coba OK Otrip akan menjadi dasar untuk membangun konsep integrasi transportasi antarmoda yang sebentar lagi akan di-launching. "Insya Allah dalam waktu dekat, sistem transportasi umum massal terintegrasi akan memiliki brand baru. Kemarin adalah masa uji coba kita gunakan nama OK Otrip. Setelah matang semua kita akan umumkan sebuah brand antarmoda transportasi," kata Anies usai menyaksikan penandatanganan kerja sama dengan enam operator bus kecil dalam program OK Otrip di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin, 1 Oktober 2018 kemarin.
Anies menjelaskan, brand baru itu nantinya menggambarkan sistem integrasi antarmoda transportasi. Di mana, moda transportasi Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) saling terintegrasi di bawah satu sistem dengan payungnya berkonsep transportasi integrasi.

Transportasi integrasi tersebut, lanjut Anies, bukan hanya integrasi rute dan tarif, melainkan integrasi satu manajemen. Namun, saat ditanyakan apakah akan membentuk satu badan hukum pengelolaan transportasi sendiri, Anies tidak mau menjelaskan lebih jauh.

Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta, Sri Haryati menuturkan, DKI Jakarta memiliki tiga moda transportasi, MRT, LRT dan BRT. Nantinya, tiga moda transportasi tersebut harus berada dalam satu manajemen dan satu sistem pembayaran dengan membentuk entitas pengumpul tarif secara elektronik atau Electronic Fare Colecction (EFC) sesuai aturan Bank Indonesia (BI).

Saat ini, lanjut Sri, SKPD dan BUMD terkait tengah membahas pembentukan EFC tersebut. Hasilnya nanti akan menjadi rekomendasi ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan."Apakah nantinya PT Transjakarta atau PT MRT menjadi EFC ya tergantung pembahasan. Intinya satu EFC agar masyarakat mudah menggunakan transportasi," ungkapnya.

Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi DKI Jakarta, Sutanto Soehodho mengakui jika banyak permasalahan yang harus dibenahi dalam meningkatkan pelayanan transportasi, khususnya Transjakarta. Upaya untuk mengintegrasikan sistem pembayaran dan rute transportasi massal yang beroperasi di Jakarta, mulai dari Kereta Rel Listrik (KRL), Kopaja AC, Transjabodetabek, hingga nantinya MRT dan LRT dengan Transjakarta, o harus dimulai dari suatu kerja sama antara BUMN dan BUMD yang mengedepankan manfaat nilai ekonomi, bukan manfaat keuntungan.

Sejauh ini, dia melihat masih adanya pola pikir perusahaan yang mengedepankan keuntungan pendapatan. Padahal, transportasi massal ini memberi keuntungan ekonomi tersendiri, salah satunya penghematan waktu lantaran pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi massal.

"Jadi BUMN dan BUMD tidak boleh membicarakan financial value (keuntungan pendapatan). Ini kan untuk masyarakat, dengan integrasi, pengguna transportasi massal cukup membayar satu kali,” ujarnya.

Kendati demikian, Sutanto belum mengetahui kapan semua itu akan terealisasi di Jakarta. Sebab, saat ini pihaknya belum berkonsultasi dengan Pemerintah Pusat mengingat moda transportasi KRL milik BUMN."Kita lihat saja nanti, peningkatan pelayanan harus dilakukan secara bertahap atas kerjasama yang baik antaran BUMN dan BUMD," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Wajibkan...
Pemprov DKI Wajibkan ASN Gunakan Angkutan Umum Setiap Rabu
Mulai Akhir Pekan Ini,...
Mulai Akhir Pekan Ini, PT MRT Jakarta Tambah Jumlah Kereta
Buka 4 Rute Non-koridor,...
Buka 4 Rute Non-koridor, DKI Tambah 100 Unit Bus Transjakarta
Wacana Tarif Berdasarkan...
Wacana Tarif Berdasarkan Status Ekonomi Penumpang, Transjakarta: Ongkos Masih Rp3.500 per Penumpang
5 Stasiun di Jakarta...
5 Stasiun di Jakarta Ini Jadi Target Penataan Integrasi Angkutan Umum
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Beroperasi, Transjakarta-MRT Tetap Ikuti Pergub DKI
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
4 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
4 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved