Wacana Tarif Berdasarkan Status Ekonomi Penumpang, Transjakarta: Ongkos Masih Rp3.500 per Penumpang
Selasa, 26 September 2023 - 06:26 WIB
loading...
PT Transjakarta menyatakan hingga kini tarif bus Transjakarta masih sebesar Rp3.500 per penumpang. Foto/MPI/Ilustrasi.dok
A
A
A
JAKARTA - PT Transjakarta menyatakan hingga kini tarif bus Transjakarta masih sebesar Rp3.500 per penumpang dan belum ada keputusan untuk perubahan tarif. Hal ini terkait rencana Dishub DKI Jakarta menerapkan sistem tarif berbasis KTP dan status ekonomi penumpang atau disebut account-based ticketing (ABT).
"Belum ada wacana kenaikan tarif. Saat ini tarif Transjakarta masih Rp3.500 per penumpang," ungkap Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo, Senin (25/9/2023) kepada awak media.
Wibowo memastikan tarif Transjakarta tetap Rp 3.500 dan pemberlakuan tarif berdasarkan akun KTP penumpang belum diterapkan.
"Tarif masih Rp3.500. Pengenaan tarif berdasarkan status ekonomi dan KTP itu belum diaplikasikan," ujarnya.
Baca: DKI Berencana Terapkan Tarif Transportasi Umum Berdasarkan KTP dan Status Ekonomi
Wibowo juga belum mau berkomentar lebih jauh soal rencana penerapan perubahan tarif berdasarkan sistem tiket ABT tersebut.
Menurut dia, Pemprov DKI dan stakeholder terkait masih mengkaji secara lebih mendalam sebelum menerapkan sistem tersebut.
"Tentu perlu kajian dalam mengimplementasikan program. agar tidak menjadi polemik di masyarakat dan memicu kembali tingginya penggunaan kendaraan pribadi," ucapnya
"Belum ada wacana kenaikan tarif. Saat ini tarif Transjakarta masih Rp3.500 per penumpang," ungkap Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo, Senin (25/9/2023) kepada awak media.
Wibowo memastikan tarif Transjakarta tetap Rp 3.500 dan pemberlakuan tarif berdasarkan akun KTP penumpang belum diterapkan.
"Tarif masih Rp3.500. Pengenaan tarif berdasarkan status ekonomi dan KTP itu belum diaplikasikan," ujarnya.
Baca: DKI Berencana Terapkan Tarif Transportasi Umum Berdasarkan KTP dan Status Ekonomi
Wibowo juga belum mau berkomentar lebih jauh soal rencana penerapan perubahan tarif berdasarkan sistem tiket ABT tersebut.
Menurut dia, Pemprov DKI dan stakeholder terkait masih mengkaji secara lebih mendalam sebelum menerapkan sistem tersebut.
"Tentu perlu kajian dalam mengimplementasikan program. agar tidak menjadi polemik di masyarakat dan memicu kembali tingginya penggunaan kendaraan pribadi," ucapnya
Lihat Juga :