Seleksi CPNS, Permohonan Kartu Kuning di Makassar Membeludak

Rabu, 26 September 2018 - 16:15 WIB
Seleksi CPNS, Permohonan...
Seleksi CPNS, Permohonan Kartu Kuning di Makassar Membeludak
A A A
MAKASSAR - Permohonan pengurusan kartu kuning atau AK I mengalami peningkatan di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Lonjakan permohonan kartu kuning ini salah satunya dipicu lantaran banyaknya pemohon yang ingin mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengatakan, sejak pengumuman formasi seleksi CPNS pengurusan kartu AK I mengalami lonjakan hingga 4 kali lipat.

Saat ini permohonan penerbitan kartu AK I bisa mencapai 60 pemohon per hari, meningkat drastis dibandingkan hari biasa yang hanya berkisar maksimal 15 pemohon per hari.

"Kalau kita lihat saat ini pengurusan kartu kuning atau AK I memang mengalami peningkatan setelah adanya pengumuman seleksi CPNS. Sekarang ini permohonannya bisa mencapai 40 sampai 60 pemohon per hari, padahal sebelumnya hanya 10 sampai 15 pemohon," kata Irwan Bangsawan, Rabu (26/9/2018).

Dia menyebutkan, kartu kuning ini berlaku selama dua tahun. Akan tetapi, harus diperbaharui setiap enam bulan bagi pemohon yang belum mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, pemohon juga harus memenuhi beberapa persyaratan ketika ingin menerbitkan kartu kuning atau AK I. Seperti, foto copy ijazah hingga pendidikan terakhir, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar.

Kata dia, kartu kuning atau AK I tersebut merupakan data resmi pemohon yang belum mendapatkan pekerjaan yang ingin mendaftarkan diri disebuah perusahaan atau instansi, termasuk CPNS.

"Sebenarnya tidak semua perusahaan yang memberikan persyaratan AK I, tapi kita berharap perusahaan memberikan persyaratan bahwa jika ingin melamar pekerjaan harus memiliki kartu AK I," ungkapnya.

Salah satu upaya untuk memaksimalkan pelayanan dengan lonjakan pemohon yang cukup tinggi, maka pihaknya menambah loket pelayanan. Tujuannya, agar semua pemohon bisa terlayani dengan baik. Apalagi sistem pelayananya sudah berstandar ISO, yaitu menduplikasi pelayanan di perbankan.

"Dulu loket kita cuma tiga, tapi sekarang kita maksimalkan dengan delapan loket pelayanan kami," singkatnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penempatan Kerja, Andi Rahmat mengakui bahwa pengurusan kartu AK I memang mengalami peningkatan pasca pengumuman seleksi CPNS.

"Sebelum maraknya penerimaan CPNS itu hanya 15 pemohon per hari, tapi sekarang pasca pengumuman seleksi CPNS itu bisa sampai 60 pemohon per hari," kata Rahmat.

Rahmat mengimbau seluruh pemohon agar tidak terburu-buru membuat kartu kuning atau AK I dan lebih fokus mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Sebab, persyaratan kartu AK I baru akan dilampirkan setelah pemohon dinyatakan lulus seleksi CPNS.

"Sekarang ini untuk pendaftaran CPNS belum mempersyaratkan kartu AK I. Nanti setelah lulus itu dipersyaratkan. Maka diharapkan sekarang ini tidak perlu terburu-buru untuk mengurus itu (AK I), lebih baik pemohon fokus dulu mengikuti tahapan seleksi yang akan dilalui," imbaunya.
(rhs)
Berita Terkait
SKB Pemkot Makassar...
SKB Pemkot Makassar Berlangsung 3 Sesi, Tiap Sesi Diikui 217 Peserta
1.346 CPNS Pemkot Siap...
1.346 CPNS Pemkot Siap Ikut SKB, 44 Peserta Ujian di Luar Makassar
Pemkot Salatiga Dapat...
Pemkot Salatiga Dapat Kuota 237 CASN dan PPPK
Ganjar Milenial Center...
Ganjar Milenial Center Gelar Try Out Tes CPNS di Makassar
Ratusan Peserta SKB...
Ratusan Peserta SKB CPNS Berebut 237 Formasi di Salatiga
Pemkot Depok Ajukan...
Pemkot Depok Ajukan 670 Formasi CPNS, Mayoritas untuk Pendidik dan Kesehatan
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
27 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
44 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
53 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved