Ribuan Kera Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian di Gunungkidul

Jum'at, 07 September 2018 - 18:17 WIB
Ribuan Kera Ekor Panjang...
Ribuan Kera Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian di Gunungkidul
A A A
GUNUNGKIDUL - Ribuan kera ekor panjang kembali meresahkan warga pinggiran Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hewan primata tersebut menyerang lahan pertanian dan masuk ke permukiman warga.

Kepala Desa Tepus, Supardi mengatakan serangan ribuan monyet ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Ladang palawija hingga rerumputan pakan ternak ikut ludes dimakan monyet kelaparan itu. "Biasanya hanya jagung saja yang dimakan, tapi saat ini ketela sampai dengan rumput pakan ternak sudah biasa diserbu setiap hari oleh ribuan kera," katanya kepada wartawan, Jumat (07/08/2018).

Pihaknya mengaku kewalahan dengan ulah kawanan kera yang memiliki nama latin Macaca fascicularis ini. Status kera ekor panjang yang termasuk satwa yang dilindungi sehingga tentunya tidak bisa asal-asalan ditangani. "Sebenarnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah menanami tanaman buah di sekitar bukit. Namun kenyataannya mereka masih menyerbu lahan pertanian dan pemukiman," kata dia.

Setiap hari para petani harus berjaga di lahan dari pagi hingga sore hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah kera-kera masuk ke ladang pertanian. Namun demikian upaya tersebut tidaklah berhasil karena kera dianggap sangat cerdik. "Kalau ditunggu mereka tidak mendekat. Namun ketika ditinggal sebentar sudah habis," katanya.

Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan dan Pengelolaan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, Johan Wijayanto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi terkait masalah serangan kera yang meresahkan petani itu. Ia juga membenarkan bahwa hewan itu merupakan satwa yang dilindungi. "Kera ekor panjang memang tergolong satwa yang dilindungi. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam, Jadi penangannya diatur," ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan berusaha mengggandeng BKSDA Yogyakarta untuk penanganannya.
(amm)
Berita Terkait
Panas Ekstrem Terus...
Panas Ekstrem Terus Berlanjut, Krisis Air Mengancam Separuh Hasil Pertanian di Dunia
Fenomena Alam Unik di...
Fenomena Alam Unik di Dunia
Danau Hantu Pagi Hari...
Danau Hantu Pagi Hari Airnya Luber, Beberapa Jam Kemudian Mengering
Deretan Fenomena Alam...
Deretan Fenomena Alam yang Berbahaya
8 Fenomena Astronomi...
8 Fenomena Astronomi yang Terjadi di Pekan Pertama November 2021
Air Sungai Berbusa di...
Air Sungai Berbusa di Gowa Bikin Warga Heboh
Berita Terkini
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
14 menit yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
20 menit yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
41 menit yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
1 jam yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
2 jam yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved