Ini Alasan Pelanggar Ganjil Genap Masih Banyak di Hari Kedua
Jum'at, 03 Agustus 2018 - 12:31 WIB
Ini Alasan Pelanggar Ganjil Genap Masih Banyak di Hari Kedua
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya bakal mengevaluasi hasil perluasan ganjil genap yang sudah berjalan selama dua hari. Dalam dua hari itu, polisi sudah melakukan penilangan terhadap 2.432 pengendara roda empat yang bandel.
Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, hasil itu akan dijadikan sebagai bahan evaluasi ke depannya. Pada simulasi dan uji coba sebelum pelaksanaan dilakukan padahal tiap harinya jumlah pelanggar berkurang bukan bertambah.
"Ini akan jadi bahan evaluasi," ujar Budiyanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).
Menurutnya, penyebab pelanggar masih banyak di hari kedua bukan karena rambu lalu lintas belum terpasang semua atau kurangnya personel kepolisian. Tapi, kata dia, lantaran pelanggar lupa tanggal.
"Ya alasannya rata-rata subjektif yah, seperti lupa tanggal, tidak tahu lokasi, dan sebagainya," katanya. (Baca juga: Hari Kedua Pelanggar Ganjil Genap Meningkat 21 Persen )
Dia berharap hari ini jumlah pelanggar mengalami penurunan dan sadar kalau kebijakan sudah diterapkan.
Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, hasil itu akan dijadikan sebagai bahan evaluasi ke depannya. Pada simulasi dan uji coba sebelum pelaksanaan dilakukan padahal tiap harinya jumlah pelanggar berkurang bukan bertambah.
"Ini akan jadi bahan evaluasi," ujar Budiyanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).
Menurutnya, penyebab pelanggar masih banyak di hari kedua bukan karena rambu lalu lintas belum terpasang semua atau kurangnya personel kepolisian. Tapi, kata dia, lantaran pelanggar lupa tanggal.
"Ya alasannya rata-rata subjektif yah, seperti lupa tanggal, tidak tahu lokasi, dan sebagainya," katanya. (Baca juga: Hari Kedua Pelanggar Ganjil Genap Meningkat 21 Persen )
Dia berharap hari ini jumlah pelanggar mengalami penurunan dan sadar kalau kebijakan sudah diterapkan.
(mhd)