Ribuan Wanita di Blitar Menjanda Dalam 7 Bulan, Ini Penyebabnya

Selasa, 31 Juli 2018 - 09:58 WIB
Ribuan Wanita di Blitar...
Ribuan Wanita di Blitar Menjanda Dalam 7 Bulan, Ini Penyebabnya
A A A
BLITAR - Dalam waktu 7 bulan (Januari-Juli 2018), Pengadilan Agama (PA) Blitar telah menangani sebanyak 1.841 kasus perceraian. Inisiatif mengakhiri rumah tangga justru lebih banyak datang dari pihak wanita. "Sebagian besar perkara yang masuk adalah cerai gugat (CG) atau pihak istri yang menggugat suami, "ujar Humas Pengadilan Agama Blitar Muhammad Fadli kepada wartawan.

Data PA menyebutkan, dari 1.841 perkara yang ditangani sebanyak 1.129 di antaranya berstatus cerai gugat. Sedangkan 712 sisanya adalah cerai talak (CT) atau pihak suami yang menginginkan perpisahan. Apa penyebabnya?. Menurut Fadli beragam. Salah satunya perselingkuhan. Hadirnya pihak ketiga dalam rumah tangga menjadi faktor kuat perceraian.

Kehadiran pria idaman lain (PIL) mau pun wanita idaman lain (WIL) memicu ketidakcocokan berumah tangga. "Namun ada juga yang beralasan memang sudah tidak cocok sedari awal, " paparnya. Motif cerai lainnya adalah persoalan ekonomi. Pendapatan tidak cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Tidak tahan menghadapi situasi sulit itu, istri memutuskan menggugat cerai suami. Banyaknya suami atau istri yang menjadi buruh migran (TKI dan TKW), kata Fadli juga menjadi faktor penyebab perceraian. Bahkan buruh migran terkait erat dengan dua motif cerai yang lain (ekonomi dan selingkuh). "Bahkan tidak sedikit munculnya kasus serong justru disaat suami atau istri menjadi buruh migran, "paparnya.

Ribuan perkara cerai ini banyak yang sudah diputuskan. Sepulang dari PA bukan lagi berstatus sebagai pasangan suami istri. Namun tidak sedikit perkara yang masih proses mediasi, dimana petugas PA berharap rumah tangga utuh kembali. "Adapula yang awalnya bertekad bercerai, namun setelah dimediasi dan pertimbangan buah hati, akhirnya rujuk," ungkap Fadli.

Menanggapi fenomena ini, Arifin warga Kecamatan Wonodadi berharap pemerintah tidak tinggal diam. Bahkan menurut dia harus segera mengambil langkah persuasif. Sebab tingginya angka perceraian di sebuah daerah, yakni terutama bermotif ekonomi, adalah cermin kegagalan pemerintah setempat. "Sebab kalau ada pekerjaan layak di daerah, tentu warga tidak perlu berbondong menjadi buruh migran, "ujarnya.
(nag)
Berita Terkait
Ada Indonesia, Berikut...
Ada Indonesia, Berikut 10 Negara dengan Janda Terbanyak di Dunia
TKW asal Pamekasan Ini...
TKW asal Pamekasan Ini Jadi Janda Kaya Raya, Kantongi Harta dari Anak Majikan
Jumlah Janda Muda di...
Jumlah Janda Muda di Indonesia Bertambah, Ini 3 Penyebabnya
Culik dan Perkosa Janda...
Culik dan Perkosa Janda Seksi di Gubuk Tengah Sawah, Mantan Suami Diringkus Polisi
Janda Cantik Mantan...
Janda Cantik Mantan Pekerja Kafe Tewas Dibunuh di Kontrakan
Widia Janda Muda dan...
Widia Janda Muda dan Kekasihnya yang Tewas di Kamar Kos Diduga karena Luka Tembak
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
33 menit yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
1 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
3 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
3 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
4 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved