Mahasiswa ITS Berhasil Kembangkan Energi Alternatif

Rabu, 25 Juli 2018 - 16:13 WIB
Mahasiswa ITS Berhasil...
Mahasiswa ITS Berhasil Kembangkan Energi Alternatif
A A A
SURABAYA - Semakin menipisnya sumber minyak bumi sebagai bahan energi mendorong berbagai pihak berupaya mencari energi alternatif. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pun berinovasi mengolah limbah tetes tebu atau molases menjadi energi alternatif terbaru. Tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia ITS, yaitu Martiana Nugraeny, Tri Wahyuning Eka Purnama Sari, dan Chandra Adiwijaya, membuat energi terbaru dari limbah molases dan limbah logam berat.

Limbah molases ini diolah dengan reaktor dual chamber Microbial Fuel Cells (MFCs) sistem resirkulasi kontinu agar dapat menghasilkan energi. Tri menuturkan, pemanfaatan limbah molases di Indonesia masih sangat kurang. Tiap hektare lahan tebu mampu menghasilkan molases sebanyak 10–15 ton.

Limbah yang berasal dari olahan tebu ini memiliki kandungan selulosa yang tinggi. ”Selulosa merupakan sumber biomassa terbarukan,” kata Tri kemarin. Dia melanjutkan, bahaya limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), seperti krom juga menjadi perhatian serius di negara maju.

Logam berat krom sering dijumpai di lingkungan akibat penggunaan bahan kimia di industri. ”Krom merupakan limbah B3 dengan daya racun tinggi yang dapat membahayakan kesehatan manusia,” ungkapnya. Kondisi itu, katanya, juga menjawab kebutuhan energi listrik di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.

Diperkirakan, cadangan minyak bumi tanpa adanya eksploitasi baru, hanya mampu bertahan selama 21 tahun mendatang. Artinya, dibutuhkan inovasi energi alternatif terbaru untuk dapat mengatasi masalah keterbatasan minyak ini.

Melihat kedua masalah yang ada, Tri dkk menawarkan sebuah inovasi ide MFCs sistem resirkulasi kontinu sebagai solusi. ”MFCs merupakan fuel cell berbasis biologi yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan bantuan reaksi katalistik mikroorganisme,” ujarnya.

Teknologi yang digunakan ini, katanya, memanfaatkan limbah molases dan limbah logam berat sebagai sumber energi alternatif. MFCs ini terdiri atas dua tabung pengembang, yaitu anoda dan katoda. Dalam chamber anoda, diisi dengan limbah molases dan bantering. ”Sementara pada chamber katoda diisi dengan limbah logam berat Cr6+,” sambungnya.

Dia menjelaskan, metabolisme yang terjadi pada chamber anoda akan menghasilkan listrik. ”Selain menghasilkan listrik, MFCs ini juga dapat mereduksi limbah logam Cr (VI) serta mengurangi nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand) pada limbah molases,” ucapnya.
(don)
Berita Terkait
Manfaatkan Energi Matahari,...
Manfaatkan Energi Matahari, Pulau Medang Dialiri Jaringan Listrik
Tingkatkan Wawasan Energi...
Tingkatkan Wawasan Energi Terbarukan, FBCC Digelar
Gerakan Energi Terbarukan...
Gerakan Energi Terbarukan di Jateng Harus Jadi Percontohan Nasional
2 Fasiltas Listrik Otomatis...
2 Fasiltas Listrik Otomatis Schneider Indonesia Dikunjungi Gwenaelle
Ganjar Dorong Perkantoran...
Ganjar Dorong Perkantoran di Jateng Gunakan Energi Alternatif
SBI Manfaatkan RDF Jadi...
SBI Manfaatkan RDF Jadi Energi Alternatif Pengganti Batu Bara
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
18 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Infografis
Hiu Goblin Superlangka...
Hiu Goblin Superlangka Berhasil Difilmkan untuk Pertama Kalinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved