Administrasi Lamban, Proyek Pemkab Karawang Timbulkan Biaya Tinggi

Senin, 16 Juli 2018 - 13:26 WIB
Administrasi Lamban,...
Administrasi Lamban, Proyek Pemkab Karawang Timbulkan Biaya Tinggi
A A A
KARAWANG - Pelaksanaan proyek pembangunan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat belum berjalan optimal. Penyebabnya karena panitia pelaksana ataupun kontraktor lamban menjalankan proses administrasi.

Akibatnya banyak proyek pembangunan yang dikerjakan secara tergesa-gesa menjelang batas akhir pengerjaan proyek. Tidak heran jika proyek yang dilaksanakan Pemkab Karawang menyebabkan biaya tinggi karena dikerjakan tidak sesuai dengan progres yang ada.

"Tahun kemarin kami dilibatkan sebagai pendamping sejumlah proyek melalui program kejaksaan TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah). Kebanyakan panitia pelaksana proyek kurang menjalankan tahapan administrasi secara benar sehingga ketika waktunya hampir habis baru mereka sibuk," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Sukardi, Senin (16/7/2018).

Menurut Sukardi, tahun 2017 Kejari Karawang mengawal pelaksanaan proyek Pemkab Karawang sebesar Rp421 miliar dari 50 proyek. Dari pendampingan itu diketahui progres pekerjaan dan administrasi lamban diselesaikan sesuai tahapan yang ada. Karena dikerjakan tidak sesuai dengan perencanaan kebanyakan proyek, terutama proyek fisik seperti infrastruktur, sehingga menimbulkan deviasi yang cukup tinggi yang pada gilirannya menimbulkan biaya tinggi.

"Sistem adminstrasi harusnya diselesaikan sesuai dengan progres dan kemudian dibuatkan dengan berita acara. Yang saya ketahui administrasi diselesaikan justru pada saat pekerjaan akan rampung," katanya.

Sukardi mencontohkan pembangunan gedung Pemda II yang dibangun dengan biaya sebesar Rp22 miliar yang sempat terbengkalai. Saat itu pengerjaan proyek sempat molor karena sistem administrasi yang salah. Baru setelah didampingi tim TP4D kejaksaan panitia proyek dan kontraktornya menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan progres.

"Waktu kita dampingi pertama yang dilakukan itu membenahi sistem administrasi karena mereka kurang disiplin menjalankannya." katanya.
(rhs)
Berita Terkait
Kejari Karawang Mulai...
Kejari Karawang Mulai Bidik Bandar-bandar Pokir
Proyek Tol Sentul-Karawang...
Proyek Tol Sentul-Karawang Rp34,75 Triliun Siap Tender, Target Operasi 2029
Atasi Banjir Karawang,...
Atasi Banjir Karawang, Pemkab Perlu Dukungan Provinsi dan Pusat
Kejari Karawang Didesak...
Kejari Karawang Didesak Usut Fee 5 Persen Proyek Aspirasi DPRD
Bikin Gaduh, Wabup Ahmad...
Bikin Gaduh, Wabup Ahmad Zamaksyari Didesak Mundur
Miris! Bantuan Tak Merata,...
Miris! Bantuan Tak Merata, Korban Banjir di Jenebin Karawang Meminta-minta di Jalan
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved