Kejari Karawang Mulai Bidik Bandar-bandar Pokir
Selasa, 12 Juli 2022 - 16:52 WIB
loading...
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Martha Parulina Berliana. Foto: MPI/Nilakusuma
A
A
A
KARAWANG - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mulai membidik Bandar-bandar pokir di daerah itu. Kini pemeriksaan kasus fee pokir 5% mengarah kepada para kontraktor.
Kontraktor ini sering disebut bandar pokir karena menguasai banyak proyek pokir di DPRD Karawang. Saat ini, sudah 25 orang diperiksa penyidik kejaksaan, diantaranya kontraktor.
Baca juga: Kejari Karawang Didesak Usut Fee 5 Persen Proyek Aspirasi DPRD
"Sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek pokir akan kami panggil untuk diperiksa. Keterangan mereka kami butuhkan melengkapi dokumen pemeriksaan selama ini. Mengenai waktunya belum tahu, tapi secepatnya akan kita panggil," tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Martha Parulina Berliana, Selasa (12/7/22).
Menurut Martha, pokir DPRD Karawang dan juga eksekutif dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik yang dikerjakan pihak ketiga atau kontraktor. Sedangkan nilai pokir legislatif dan eksekutif mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kami ingin tahu siapa saja kontraktor yang mengerjakan proyek pokir. Bagaimana caranya mereka mendapatkan pekerjaan tersebut," katanya.
Kontraktor ini sering disebut bandar pokir karena menguasai banyak proyek pokir di DPRD Karawang. Saat ini, sudah 25 orang diperiksa penyidik kejaksaan, diantaranya kontraktor.
Baca juga: Kejari Karawang Didesak Usut Fee 5 Persen Proyek Aspirasi DPRD
"Sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek pokir akan kami panggil untuk diperiksa. Keterangan mereka kami butuhkan melengkapi dokumen pemeriksaan selama ini. Mengenai waktunya belum tahu, tapi secepatnya akan kita panggil," tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Martha Parulina Berliana, Selasa (12/7/22).
Menurut Martha, pokir DPRD Karawang dan juga eksekutif dituangkan dalam bentuk pekerjaan fisik yang dikerjakan pihak ketiga atau kontraktor. Sedangkan nilai pokir legislatif dan eksekutif mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kami ingin tahu siapa saja kontraktor yang mengerjakan proyek pokir. Bagaimana caranya mereka mendapatkan pekerjaan tersebut," katanya.
Lihat Juga :