Jelang Asian Games, Gedung di Jakarta Wajib Siapkan Lahan PKL
Jum'at, 13 Juli 2018 - 05:15 WIB
Jelang Asian Games, Gedung di Jakarta Wajib Siapkan Lahan PKL
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta pemilik gedung disekitar venue dan Wisma Atlet Asian Games menyediakan lahan 20% untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). Pertumbuhan lapangan kerja karena adanya pertumbuhan usaha.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, DKI optimistis siap menggelar Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang meski masih adanya sejumlah pengerjaan. Diantaranya yakni proyek Light Rail Transit (LRT) dan trotoar Sudirman-Thamrin.
Sandi meminta kepada pemilik gedung di sekitar venue dan wisma atlet menyediakan 20% lahan yang bisa digunakan PKL sesuai dengan kewajibanya. Berdasarkan pengamatanya, lanjut Sandi, banyak gedung-gedung yang belum memenuhi kewajibanya menyediakan 20% lahan PKL.
Padahal, di negara-negara maju, pertumbuhan lapangan kerja itu karena ada pertumbuhan usaha. Artinya, apabila pertumbuhan usaha tidak diakomodir sama gedung-gedung yang mestinya menyediakan, mau tidak mau pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang lebih tegas memastikan gedung gedung itu menyediakan tempat bagi para Usaha Mikro kecil (UMK).
"Di depan FX Senayan bisa dimasukan ke gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sate Taichan bisa ke DPR atau dekat Senayan City, atau lapangan golf. Kita pengin buat kayak night market selama Asian Games, kan malam tidak ada yang main golf. Itu penataan yang inovatif dan disitulah kepamongan dari lurah, camat, wali kota diuji untuk mereka bicara sama masyarakat sekitar," ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike sepakat bila Pemprov DKI merelokasi PKL ke dalam gedung-gedung sekitar venue atau wisma atlet Asian Games. Namun, dari sisi keamanan, Pemprov DKI harus dapat memberikan jaminan.
Selain itu, kata Yuke, Pemprov DKI juga harus dapat memastikan pengunjung dapat mengakses dengan mudah lokasi PKL. Sebab, PKL itu lebih cenderung mendekati pengunjung."Jadi kalau pengunjung jauh dari akses lokasi PKL gedung ya PKL itu akan kembali keluar. Karena sebetulnya Mereka ada di situ karna ada permintaan yang ada," ujar politisi PDI perjuangan itu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, DKI optimistis siap menggelar Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang meski masih adanya sejumlah pengerjaan. Diantaranya yakni proyek Light Rail Transit (LRT) dan trotoar Sudirman-Thamrin.
Sandi meminta kepada pemilik gedung di sekitar venue dan wisma atlet menyediakan 20% lahan yang bisa digunakan PKL sesuai dengan kewajibanya. Berdasarkan pengamatanya, lanjut Sandi, banyak gedung-gedung yang belum memenuhi kewajibanya menyediakan 20% lahan PKL.
Padahal, di negara-negara maju, pertumbuhan lapangan kerja itu karena ada pertumbuhan usaha. Artinya, apabila pertumbuhan usaha tidak diakomodir sama gedung-gedung yang mestinya menyediakan, mau tidak mau pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang lebih tegas memastikan gedung gedung itu menyediakan tempat bagi para Usaha Mikro kecil (UMK).
"Di depan FX Senayan bisa dimasukan ke gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sate Taichan bisa ke DPR atau dekat Senayan City, atau lapangan golf. Kita pengin buat kayak night market selama Asian Games, kan malam tidak ada yang main golf. Itu penataan yang inovatif dan disitulah kepamongan dari lurah, camat, wali kota diuji untuk mereka bicara sama masyarakat sekitar," ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike sepakat bila Pemprov DKI merelokasi PKL ke dalam gedung-gedung sekitar venue atau wisma atlet Asian Games. Namun, dari sisi keamanan, Pemprov DKI harus dapat memberikan jaminan.
Selain itu, kata Yuke, Pemprov DKI juga harus dapat memastikan pengunjung dapat mengakses dengan mudah lokasi PKL. Sebab, PKL itu lebih cenderung mendekati pengunjung."Jadi kalau pengunjung jauh dari akses lokasi PKL gedung ya PKL itu akan kembali keluar. Karena sebetulnya Mereka ada di situ karna ada permintaan yang ada," ujar politisi PDI perjuangan itu.
(whb)