Tak Perlu SKTM, Daftar Sekolah di Sini Cukup dengan Hasil Bumi
Selasa, 10 Juli 2018 - 16:28 WIB
Tak Perlu SKTM, Daftar Sekolah di Sini Cukup dengan Hasil Bumi
A
A
A
BANYUMAS - Sekolah Madrasah Tsanawiyah Pakis di Kampung Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, punya cara unik dalam proses penerimaan siswa baru. Para orangtua yang mendaftarkan sekolah anaknya tak perlu membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM), cukup membawa hasil pertanian seperti pisang, singkong, ubi jalar, tales dan hasil bumi lainnya.
Hebatnya lagi, Madrasah Tsanawiyah Pakis, menggratiskan biaya bulanan bagi siswanya hingga lulus sekolah. Padahal sekolah setingkat SMP yang berada di pinggir hutan dan di puncak bukit dusun pesawahan ini merupakan sekolah favorit warga desa sekitar.
Selain digratiskan dari semua biaya pendidikan, para siswa justru mendapatkan buku-buku dari pengelola sekolah. Sebab, sekolah ini memang didirikan untuk membantu anak-anak petani setempat yang mayoritas dari golongan ekonomi kurang mampu, seperti petani dan buruh harian.
Menurut salah satu orangtua siswa, dia memilih sekolah tersebut karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan sekolah formal yang semakin tinggi biayanya. “Saya sekolahkan anak-anak di sini, karena sekolah ini gratis biaya bulanan dan untuk pendaftaran saya hanya membawa pisang dari kebun milik sendiri,” ujar Nurhayati, orang tua siswa, Selasa (10/7/2018).
Layaknya sekolah umum, para siswa rata-rata berusia sekolah menengah pertama dan dikenakan wajib belajar pada jam-jam sekolah biasa. Ada ciri khas yang sangat membedakan dengan sekolah umum, sekolah yang didirikan pada 2014 ini memberikan para siswa materi tambahan, yaitu keterampilan pertanian.
Untuk lokasi materi pelajaran pertanian, orangtua siswa dan siswa membuka lahan di sekitar sekolah. Sekolah mempunyai 4 tenaga pengajar sukarela, terdiri dari profesi dari kepala dusun, guru honorer dan warga sekitar.
“Konsep kami memang mendekat warga miskin pinggir hutan agar mereka bisa belajar layaknya anak-anak di kota. Selain itu kami di sini tidak mau membebani anak-anak dan orangtua siswa dengan pungutan apa pun. Bahkan kami memberi bantuan buku-buku kepada pendaftar sekolah disini,” terang Iisrodin, pengelola Madrasah Tsanawiyah Pakis.
Hebatnya lagi, Madrasah Tsanawiyah Pakis, menggratiskan biaya bulanan bagi siswanya hingga lulus sekolah. Padahal sekolah setingkat SMP yang berada di pinggir hutan dan di puncak bukit dusun pesawahan ini merupakan sekolah favorit warga desa sekitar.
Selain digratiskan dari semua biaya pendidikan, para siswa justru mendapatkan buku-buku dari pengelola sekolah. Sebab, sekolah ini memang didirikan untuk membantu anak-anak petani setempat yang mayoritas dari golongan ekonomi kurang mampu, seperti petani dan buruh harian.
Menurut salah satu orangtua siswa, dia memilih sekolah tersebut karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan sekolah formal yang semakin tinggi biayanya. “Saya sekolahkan anak-anak di sini, karena sekolah ini gratis biaya bulanan dan untuk pendaftaran saya hanya membawa pisang dari kebun milik sendiri,” ujar Nurhayati, orang tua siswa, Selasa (10/7/2018).
Layaknya sekolah umum, para siswa rata-rata berusia sekolah menengah pertama dan dikenakan wajib belajar pada jam-jam sekolah biasa. Ada ciri khas yang sangat membedakan dengan sekolah umum, sekolah yang didirikan pada 2014 ini memberikan para siswa materi tambahan, yaitu keterampilan pertanian.
Untuk lokasi materi pelajaran pertanian, orangtua siswa dan siswa membuka lahan di sekitar sekolah. Sekolah mempunyai 4 tenaga pengajar sukarela, terdiri dari profesi dari kepala dusun, guru honorer dan warga sekitar.
“Konsep kami memang mendekat warga miskin pinggir hutan agar mereka bisa belajar layaknya anak-anak di kota. Selain itu kami di sini tidak mau membebani anak-anak dan orangtua siswa dengan pungutan apa pun. Bahkan kami memberi bantuan buku-buku kepada pendaftar sekolah disini,” terang Iisrodin, pengelola Madrasah Tsanawiyah Pakis.
(wib)