Jarak Tempuh Tak Terwujud, Rekayasa Lalin Tetap Dilakukan
Selasa, 10 Juli 2018 - 07:22 WIB
Jarak Tempuh Tak Terwujud, Rekayasa Lalin Tetap Dilakukan
A
A
A
JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yasnyah menegaskan, rekayasa lalu lintas tetap harus dilakukan meski waktu tempuh ke tiga venue melebihi batas waktu maksimal 34 menit. Menurutnya, untuk ke Pondok Indah dengan jarak 42 kilometer dengan kecepatan yang aman hanya bisa ditempuh dalam waktu 42-43 menit. Begitu juga dengan ke TMII sepanjang 29 kilometer dan Cibubur yang mencapai jarak sekitar 35 kilometer.
"Itu dengan jalan kosong pun tidak bisa di bawah 30 menit. TMII masih kita coba, terakhir bisa sampai 30 menit. Jadi rekayasa tetap harus dilakukan," kata Andri di Jakarta, kemarin. (Baca juga: Ini Alasan 3 Venue Tak Bisa Penuhi Target Tempuh Asian Games )
Berdasarkan hasil uji coba ganjil genap pekan pertama, lanjut Andri, ada beberapa yang dievaluasi. Di antaranya yaitu, pengurangan ruas kawasan ganjil genap seperti di Jalan Benjamin Sueb. Dimana, uji coba semula dari simpang Gempol ke pintu Tol Kemayoran, selatan ke utara menjadi dari simpang jalan Angkasan sampai dengan ke pintu tol Kemayoran dan ada beberapa bukaan dari lambat ke cepat ditutup baik dari arah utara ke selatan dan sebaliknya.
Kemudian di Jalan Pondok Indah yang semula dari simpang Ciputat raya-Simpang Kartini-Simpang Jalan Ciledug Raya menjadi dari Simpang Ciputat Raya-Simpang Metro Pondok Indah (Kartika Utama).
"Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tidak meliburkan seluruh sekolah namun hanya akan menyesuaikan dengan lokasi yang terkena dampak yang diliburkan. Untuk waktu disesuaikan dengan jadwal pertandingan Asian Games," ungkapnya.
Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga telah melakukan evaluasi perluasan ganjil genap dengan hasil sebagai berikut, terjadi pergeseran, kendaraan lebih memilih jalan Tol daripada jalan arteri, terjadi penurunan volume kend di tol dalam dan luar kota sekitar 26%, peningkatan penggunaan royal trans TJ sebesar 11,4% dan 1,4% untuk PPD, pemberlakuan ganjil genap di Tol menambah jumlah penumpang namun belum sampai pada penambahan armada, penghematan waktu tempuh/nilai waktu sekitar 2,9 miliar/hari dan penghematan BBM sebesar 1,5 miliar/hari (pada 10 ruas)
Jakarta Smart City/JSC, lanjut Andri, memberikan hasil evaluasi ganjil genap, dimana hasilnya terjadi penurunan keterlambatan (delay) di 13 ruas jalan sekitar 16%. Sebelum ganjil genap mencapai 285 detik dan sesudah ganjil genap dalam tiga hari mencapai 235 detik.
"DTKJ mengimbau agar diantisipasi jika anak sekolah sudah mulai masuk. Terhadap ruas-ruas yang mengalami perubahan akan disosialisasikan kemudian. Pada ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap terjadi peningkatan kecepatan rata2 26% kecuali pada segmen Pondok Indah dan Rasuna Said terjadi penurunan 4%," pungkasnya.
"Itu dengan jalan kosong pun tidak bisa di bawah 30 menit. TMII masih kita coba, terakhir bisa sampai 30 menit. Jadi rekayasa tetap harus dilakukan," kata Andri di Jakarta, kemarin. (Baca juga: Ini Alasan 3 Venue Tak Bisa Penuhi Target Tempuh Asian Games )
Berdasarkan hasil uji coba ganjil genap pekan pertama, lanjut Andri, ada beberapa yang dievaluasi. Di antaranya yaitu, pengurangan ruas kawasan ganjil genap seperti di Jalan Benjamin Sueb. Dimana, uji coba semula dari simpang Gempol ke pintu Tol Kemayoran, selatan ke utara menjadi dari simpang jalan Angkasan sampai dengan ke pintu tol Kemayoran dan ada beberapa bukaan dari lambat ke cepat ditutup baik dari arah utara ke selatan dan sebaliknya.
Kemudian di Jalan Pondok Indah yang semula dari simpang Ciputat raya-Simpang Kartini-Simpang Jalan Ciledug Raya menjadi dari Simpang Ciputat Raya-Simpang Metro Pondok Indah (Kartika Utama).
"Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tidak meliburkan seluruh sekolah namun hanya akan menyesuaikan dengan lokasi yang terkena dampak yang diliburkan. Untuk waktu disesuaikan dengan jadwal pertandingan Asian Games," ungkapnya.
Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga telah melakukan evaluasi perluasan ganjil genap dengan hasil sebagai berikut, terjadi pergeseran, kendaraan lebih memilih jalan Tol daripada jalan arteri, terjadi penurunan volume kend di tol dalam dan luar kota sekitar 26%, peningkatan penggunaan royal trans TJ sebesar 11,4% dan 1,4% untuk PPD, pemberlakuan ganjil genap di Tol menambah jumlah penumpang namun belum sampai pada penambahan armada, penghematan waktu tempuh/nilai waktu sekitar 2,9 miliar/hari dan penghematan BBM sebesar 1,5 miliar/hari (pada 10 ruas)
Jakarta Smart City/JSC, lanjut Andri, memberikan hasil evaluasi ganjil genap, dimana hasilnya terjadi penurunan keterlambatan (delay) di 13 ruas jalan sekitar 16%. Sebelum ganjil genap mencapai 285 detik dan sesudah ganjil genap dalam tiga hari mencapai 235 detik.
"DTKJ mengimbau agar diantisipasi jika anak sekolah sudah mulai masuk. Terhadap ruas-ruas yang mengalami perubahan akan disosialisasikan kemudian. Pada ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap terjadi peningkatan kecepatan rata2 26% kecuali pada segmen Pondok Indah dan Rasuna Said terjadi penurunan 4%," pungkasnya.
(mhd)