Memilukan, Dalam Tujuh Bulan 15 Warga Gunungkidul Gantung Diri
Senin, 09 Juli 2018 - 17:45 WIB
Memilukan, Dalam Tujuh Bulan 15 Warga Gunungkidul Gantung Diri
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Kasus gantung diri seakan tidak ada selesainya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejak awal tahun hingga awal Juli tercatat 15 warga di Gunungkidul memilih mengakhiri hidupnya di tiang gantungan.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, kasus bunuh diri di Gunungkidul didominasi karena depresi akibat penyakit menahun. Selain itu juga persoalan keluarga sehingga menyebabkan pelaku nekat mengakhiri hidup. "Sampai hari ini tercatat 15 warga yang gantung diri," katanya kepada SINDOnews, Senin (8/7/2018).
Gantung diri paling anyar dilakukan Partorejo,80, warga Dusun Karanglor, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Mayatnya ditemukan keluarga tergantung di kamar mandi, Senin (9/7/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.
Kapolsek Karangmojo Kompol Irianto mengatakan mayat korban ditemukan saat salah satu anggota keluarga hendak ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Saat masuk kamar mandi ia kaget karena tubuh Partorejo telah tergantung kaku di seutas tali plastik berwarna biru.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kekerasan. Korban murni meninggal dunia lantaran jeratan tali plastik di leher. Hal ini dilihat dari ciri korban yakni lidah setengah menjulur dengan tergigit, masih lengkap menggunakan pakaian yakni kaus biru garis-garis abu dan celana yang ia gunakan sebelumnya.
"Kemungkinan korban nekat gantung diri karena sakit. Informasi dari keluarga korban sakit sesak napas bertahun-tahun tak kunjung sembuh," katanya.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, kasus bunuh diri di Gunungkidul didominasi karena depresi akibat penyakit menahun. Selain itu juga persoalan keluarga sehingga menyebabkan pelaku nekat mengakhiri hidup. "Sampai hari ini tercatat 15 warga yang gantung diri," katanya kepada SINDOnews, Senin (8/7/2018).
Gantung diri paling anyar dilakukan Partorejo,80, warga Dusun Karanglor, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Mayatnya ditemukan keluarga tergantung di kamar mandi, Senin (9/7/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.
Kapolsek Karangmojo Kompol Irianto mengatakan mayat korban ditemukan saat salah satu anggota keluarga hendak ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Saat masuk kamar mandi ia kaget karena tubuh Partorejo telah tergantung kaku di seutas tali plastik berwarna biru.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kekerasan. Korban murni meninggal dunia lantaran jeratan tali plastik di leher. Hal ini dilihat dari ciri korban yakni lidah setengah menjulur dengan tergigit, masih lengkap menggunakan pakaian yakni kaus biru garis-garis abu dan celana yang ia gunakan sebelumnya.
"Kemungkinan korban nekat gantung diri karena sakit. Informasi dari keluarga korban sakit sesak napas bertahun-tahun tak kunjung sembuh," katanya.
(amm)