Gandeng KPK, Iwan Bule Ancam Pencemar Sungai Citarum dengan Pasal Korupsi

Jum'at, 06 Juli 2018 - 17:32 WIB
Gandeng KPK, Iwan Bule...
Gandeng KPK, Iwan Bule Ancam Pencemar Sungai Citarum dengan Pasal Korupsi
A A A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan pencemaran Sungai Citarum. Para pelaku yang terbukti melakukan pencemaran terancam dijerat pasal tindak pidana korupsi.

Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Mochamad Iriawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK Asep Rahmat Suwanda terkait penerapan pasal korupsi dalam penanganan pencemaran di sungai terpanjang di Jabar itu. Penerapan sanksi tersebut diharapkan lebih menimbulkan efek jera dan sanksi hukum lebih berat.

Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meminta para pengusaha di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum mengolah limbahnya lewat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebelum dibuang ke Sungai Citarum.

"Kami berharap para pengusaha, khususnya pabrik-pabrik di sekitar Citarum segera melakukan pengolahan limbah yang sesuai dengan aturan yang harus ditaati oleh mereka. Yang jelas, harus ada penegakkan hukum bagi pabrik yang masih bandel," tegas Iriawan saat meninjau hulu Sungai Citarum atau Kilometer 0 Citarum di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (6/7/2018).

Iwan memastikan, lewat kerja sama yang dibangun pihaknya bersama KPK, para pencemar Sungai Citarum dapat dikenai pasal tindak pidana korupsi. "Kami kemarin sudah koordinasi dengan KPK agar pencemaran lingkungan dimasukkan dalam kategori korupsi. Itu nanti domainnya KPK, kemarin sudah menyampaikan. Ada ranah ke sana, sehingga nanti akan ada efek jera," papar Iwan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Nana Nasuha Juhri menambahkan, pihaknya siap mengkaji tingkat pencemaran yang dilakukan perusahaan sebelum menerapkan pasal korupsi tersebut. "Harus dicermati terlebih dahulu sampai sejauh mana pelanggarannya. Nantinya, kita akan teliti apakah pencemarannya sudah melewati ambang batas atau tidak," jelasnya.

Pihaknya juga akan memaksimalkan keberadaan Petugas Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) untuk memantau DAS Citarum. PPLH, kata Nana, akan langsung menindaklanjuti setiap laporan pencemaran yang terjadi di DAS Citarum. "Ketika ada laporan pembuangan limbah dari industri ke sumber air, maka petugas kami akan langsung turun dan berkoordinasi dengan teman-teman kabupaten/kota," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Naser yang turut mendampingi Iwan Bule menyebutkan, hingga kini, tercatat ada 126 pabrik yang sudah diberi peringatan oleh pemerintah. Saat ini, kata dia, para pengusahanya sedang dibina.

"Mereka harus ditindak tegas. Kalau ngak ditindak tegas, mereka tahu itu perbuatan salah, tapi mereka melakukan itu terus-menerus. Mudah-mudahan dengan kita memberikan edukasi terus akan merubah mindset mereka yang selama ini salah," tegasnya.
(wib)
Berita Terkait
Kerusakan DAS Cilamaya...
Kerusakan DAS Cilamaya Jadi Perhatian Serius Pemprov Jabar
Revitalisasi Sungai...
Revitalisasi Sungai Citarum Dikebut, Mulai Kalimalang hingga Penataan Situ Ciburuy
Kualitas Air Sungai...
Kualitas Air Sungai Citarum Meningkat
Kualitas Air Citarum...
Kualitas Air Citarum Membaik, Ridwan Kamil: Sampah dan Limbah Cair Domestik Masih Jadi PR
Terkait Air Lindi TPA...
Terkait Air Lindi TPA Sarimukti Cemari Sungai Citarum, Ini Penjelasan DLH Jabar
Presentasi di KTT COP26,...
Presentasi di KTT COP26, Ridwan Kamil Pamer Citarum Lepas Predikat Sungai Terkotor di Dunia
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved