Indeks Sains dan Teknologi UII Raih SINTA Award 2018

Jum'at, 06 Juli 2018 - 15:53 WIB
Indeks Sains dan Teknologi...
Indeks Sains dan Teknologi UII Raih SINTA Award 2018
A A A
SLEMAN - Indeks sain dan teknologi Unversitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta serta jurnal akuntansi dan auditing Indonesia Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi UII meraih Science and Technology Index (SINTA) Awards 2018 dari Kementerian Riset, Teknogi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Penghargaan ini diberikan karena dalam penilaian selama 2016-2018, UII masuk tiga besar nasional.

SINTA merupakan portal pusat indeks ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi kekayaan intelektual beserta dampaknya (sitasi), pengabdian kepada masyarakat dan kepakaran di Indonesia. Penganugerahan SINTA Awards 2018 berlangsung di Auditorium Gedung D, Lantai 2 Kemenristek Dikti, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Rektor UII Fathul Wahid mengatakan penghargaan ini merupakan awal yang baik untuk lebih menggairahkan iklim riset dan publikasi di Indonesia. SINTA menawarkan akses cepat, komprehensif, dan mudah ke jurnal yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan dan perguruan tinggi Indonesia dan kutipan artikel jurnal.

"Komponen penilaian SINTA untuk institusi meliputi jumlah dokumen artikel jurnal di Scopus, jumlah dokumen artikel nonjurnal di Scopus, jumlah sitasi di Scopus serta jumlah sitasi di Google Scholar," kata Fathul Wahid, Jumat (6/7/2018).

Fathul Wahid menjelaskan fokus UII dalam pengembangan jurnal telah dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui komitmen mewujudkan cacah jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan internasional. Terlepas semakin banyaknya dana riset yang dapat diperoleh dari eksternal, UII tetap mengalokasikan anggaran internal yang cukup besar untuk terus menumbuhkan semangat dosen dalam melakukan riset.

"Beberapa skema hibah yang sifatnya personal dan dapat diajukan oleh dosen UII di antaranya program insentif publikasi internasional, hibah perjalanan konferensi ilmiah internasional, dan program bantuan copy editing manuskrip," katanya.

Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UII, Dekar Urumsah menambahkan, dalam memproses Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia pihaknya sangat ketat dan profesional. Menurutnya ketika dalam menyaring materi, bila artikel dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi akan dikembalikan untuk diperbaiki. "Yang men-submit ke jurnal kami sebenarnya cukup banyak, namun kita harus memilih yang terbaik," katanya.

Menurut Dekar Urumsah, Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia telah dirintis cukup lama, dan dirinya tinggal melanjutkan. Ia berharap dengan dukungan sumber daya yang ada di UII, jurnal tersebut ke depan dapat terus dikembangkan untuk bisa masuk ke Jurnal Sinta 1 hingga di Scopus. "Mudah-mudahan upaya yang telah dilakukan ini dapat menjadi contoh untuk pengelolaan jurnal-jurnal lainnya di UII," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Pembuatan KTA, IKA UII-Bank...
Pembuatan KTA, IKA UII-Bank Mandiri Sepakati Kerja Sama
Dibangun di Depok, UIII...
Dibangun di Depok, UIII Diproyeksikan Jadi Trendsetter Riset Islam
UII Cabut Gelar Mahasiswa...
UII Cabut Gelar Mahasiswa Berprestasi Alumni Lakukan Tindak Asusila
Wujudkan Toleransi,...
Wujudkan Toleransi, DPP IKA UII Gelar Aksi Sosial di Bali
Prodi Rekayasa Tekstil...
Prodi Rekayasa Tekstil UII Bikin Masker dan Baju Hazmat Antibakteri
Dugaan Pelecehan Seksual...
Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus UII, Rektor Bentuk Tim Verifikasi
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
24 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
50 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved