Bertemu Presiden, Ini yang Diusulkan Bupati Pasangkayu
Kamis, 05 Juli 2018 - 19:30 WIB
Bertemu Presiden, Ini yang Diusulkan Bupati Pasangkayu
A
A
A
PASANGKAYU - Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa beserta bupati di seluruh Indonesia, bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (5/7/2018).
Agenda pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu, terkait sinergitas pembangunan antara pusat dan daerah serta pembahasan mengenai program prioritas nasional.
Kesempatan ini, tidak disia-siakan oleh Bupati Pasangkayu untuk menyampaikan beberapa persoalan yang urgen di kabupaten yang dinakhodainya. Diantaranya, mengenai pengangkatan tenaga honorer Kategori Dua (K2), serta preoritas anak daerah untuk penerimaan CPNS tahun ini.
"Ini perlu saya sampaikan, mengingat masih banyaknya jumlah honorer K2 di Pasangkayu yang telah lama mengabdi namun belum diangkat menjadi pegawai," sebut bupati dua periode itu.
Pun demikian terkait prioritas anak daerah dalam pengkatan CPNS nanti. Menurutnya ini untuk memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada anak daerah untuk mengabdi membangun daerah dan bangsanya.
"Jadi ini bukan diskriminasi terhadap warga negara. Karena menurut saya, anak Pasangkayu juga memiliki kualitas yang mumpuni, apalagi banyak mereka yang telah menyandang gelar sarjana. Makanya mereka harus diberi kesempatan yang sebesar-besarnya," pungkasnya.
Agenda pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu, terkait sinergitas pembangunan antara pusat dan daerah serta pembahasan mengenai program prioritas nasional.
Kesempatan ini, tidak disia-siakan oleh Bupati Pasangkayu untuk menyampaikan beberapa persoalan yang urgen di kabupaten yang dinakhodainya. Diantaranya, mengenai pengangkatan tenaga honorer Kategori Dua (K2), serta preoritas anak daerah untuk penerimaan CPNS tahun ini.
"Ini perlu saya sampaikan, mengingat masih banyaknya jumlah honorer K2 di Pasangkayu yang telah lama mengabdi namun belum diangkat menjadi pegawai," sebut bupati dua periode itu.
Pun demikian terkait prioritas anak daerah dalam pengkatan CPNS nanti. Menurutnya ini untuk memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada anak daerah untuk mengabdi membangun daerah dan bangsanya.
"Jadi ini bukan diskriminasi terhadap warga negara. Karena menurut saya, anak Pasangkayu juga memiliki kualitas yang mumpuni, apalagi banyak mereka yang telah menyandang gelar sarjana. Makanya mereka harus diberi kesempatan yang sebesar-besarnya," pungkasnya.
(nag)