Nginap di Desa Berbatasan Jabar, Ini yang Dilakukan Ganjar
Selasa, 19 Juni 2018 - 14:48 WIB
Nginap di Desa Berbatasan Jabar, Ini yang Dilakukan Ganjar
A
A
A
CILACAP - Selama 72 tahun Indonesia merdeka, banyak desa di ujung Cilacap yang berbatasan dengan Jawa Barat hampir tidak pernah diperhatikan pemerintah. Belum pernah terjadi seorang pejabat setingkat gubernur berkunjung dan menyapa warga.
Namun, sejarah itu berubah sejak Ganjar menjadi gubernur. Senin (18/6/2018) malam, Ganjar tidak cuma berkunjung tapi menginap di Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur. Desa ini merupakan yang terjauh dari ibu kota Jateng. Dari alun-alun Cilacap saja, jaraknya 95 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2, 5 jam.
"Kalau ke pasar atau beli keperluan, warga sini lebih sering ke Kota Banjar (Jawa Barat) dari pada ke Cilacap," kata Rojali, warga yang rumahnya diinapi Ganjar.
Calon Gubernur nomor urut satu itu tiba pukul 23.00 di desa yang rata-rata berbahasa sunda. Rojali mengaku senang sekali pejabat sekelas gubernur menginap di rumahnya yang sederhana. Sebelum pamit istirahat, Ganjar ngobrol dengan para tokoh masyarakat setempat.
"Saya sudah dua kali ke Dayeuhluhur, tapi baru kali ini bisa berkesempatan menginap sekaligus besok meninjau jalan-jalan perbatasan provinsi yang dulu rusak sekarang sudah mulus," kata Ganjar.
Sebelum ke Panulisan, politikus PDIP itu mampir di Desa Sogati Kecamatan Wanareja, sekitar setengah jam dari Panulisan. Seribu lebih warga duduk lesehan mengikuti silaturahmi di pelataran rumah milik Daryono tersebut.
Pagi harinya, Selasa (19/6), Ganjar yang di Pilgub Jateng 2018 berpasangan dengan Taj Yasin itu sarapan di Pasar Wanareja. Di Warung Ibu Tutik, suami Siti Atikoh itu, Ganjar menghabiskan sebungkus nasi kuning berlauk tempe dan bakwan. Dari situ, pria berambut putih itu berdialog dengan warga Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu. Ada lebih dari 300 warga yang berkumpul pagi itu.
Mudirman, tokoh masyarakat setempat menuturkan, sejak dirinya lahir 78 tahun silam, baru kali ini ada gubernur singgah di Pesahangan. "Pak Ganjar gubernur pertama yang ke sini. Mimpi apa ya warga kami semalam. Jangan khawatir Pak, 27 Juni sore Pak Ganjar menang telak dan kembali duduk jadi gubernur lagi," kata kakek yang akrab disapa Pak Dirman itu, disambut tepuk tangan riuh warga.
Namun, sejarah itu berubah sejak Ganjar menjadi gubernur. Senin (18/6/2018) malam, Ganjar tidak cuma berkunjung tapi menginap di Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur. Desa ini merupakan yang terjauh dari ibu kota Jateng. Dari alun-alun Cilacap saja, jaraknya 95 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2, 5 jam.
"Kalau ke pasar atau beli keperluan, warga sini lebih sering ke Kota Banjar (Jawa Barat) dari pada ke Cilacap," kata Rojali, warga yang rumahnya diinapi Ganjar.
Calon Gubernur nomor urut satu itu tiba pukul 23.00 di desa yang rata-rata berbahasa sunda. Rojali mengaku senang sekali pejabat sekelas gubernur menginap di rumahnya yang sederhana. Sebelum pamit istirahat, Ganjar ngobrol dengan para tokoh masyarakat setempat.
"Saya sudah dua kali ke Dayeuhluhur, tapi baru kali ini bisa berkesempatan menginap sekaligus besok meninjau jalan-jalan perbatasan provinsi yang dulu rusak sekarang sudah mulus," kata Ganjar.
Sebelum ke Panulisan, politikus PDIP itu mampir di Desa Sogati Kecamatan Wanareja, sekitar setengah jam dari Panulisan. Seribu lebih warga duduk lesehan mengikuti silaturahmi di pelataran rumah milik Daryono tersebut.
Pagi harinya, Selasa (19/6), Ganjar yang di Pilgub Jateng 2018 berpasangan dengan Taj Yasin itu sarapan di Pasar Wanareja. Di Warung Ibu Tutik, suami Siti Atikoh itu, Ganjar menghabiskan sebungkus nasi kuning berlauk tempe dan bakwan. Dari situ, pria berambut putih itu berdialog dengan warga Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu. Ada lebih dari 300 warga yang berkumpul pagi itu.
Mudirman, tokoh masyarakat setempat menuturkan, sejak dirinya lahir 78 tahun silam, baru kali ini ada gubernur singgah di Pesahangan. "Pak Ganjar gubernur pertama yang ke sini. Mimpi apa ya warga kami semalam. Jangan khawatir Pak, 27 Juni sore Pak Ganjar menang telak dan kembali duduk jadi gubernur lagi," kata kakek yang akrab disapa Pak Dirman itu, disambut tepuk tangan riuh warga.
(don)