Jelang Lebaran, Kejahatan Bergeser ke Permukiman dan Pemudik

Rabu, 06 Juni 2018 - 14:24 WIB
Jelang Lebaran, Kejahatan...
Jelang Lebaran, Kejahatan Bergeser ke Permukiman dan Pemudik
A A A
JAKARTA - Menjelang Idul Fitri aksi kejahatan diprediksi akan bergeser dibandingkan awal Ramadhan. Menjelang akhir para pelaku mulai memantau rumah kosong serta kejahatan pembiusan di bus dan terminal.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, tingkat kejahatan selama Ramadhan cenderung meningkat. Biasanya para pelaku memanfaatkan waktu sahur dan salat tarawih untuk beraksi.

Target utama yang menjadi sasaran adalah rumah kosong yang biasanya ditinggal pemiliknya saat salat tarawih."Namun, seminggu menjelang Lebaran, target biasanya bergeser kepada para pemudik di stasiun dan terminal," kata Argo pada Rabu (6/6/2018).

Argo menuturkan, selama bulan puasa pihaknya melakukan operasi cipta kondisi dan tentunya akan semakin tinggi dengan operasi ketupat jelang lebaran. Untuk itu, Argo meminta masyarakat waspada dengan maraknya aksi kejahatan. "Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal, selain itu jika bepergian pastikan rumah sudah dikunci dan terus dijaga oleh petugas keamanan setempat," tuturnya.

Selain pembobolan rumah kosong, pihaknya juga mengimbau kepada para pemudik untuk berhati-hati untuk pembiusan dan hipnotis. Sasaran kejahatan pembiusan biasanya pemudik yang hendak pulang kampung.

Aksi ini biasanya terjadi di terminal, bandara maupun stasiun kereta. "Biasanya mereka mengincar pemudik yang membawa barang banyak," ujarnya.

Dalam melakukan aksinya, pembiusan ini dilakukan dengan modus menawarkan minuman. Pelaku terlebih dulu mengajak calon korbannya untuk mengobrol. Korban kemudian ditanya-tanya kemana tujuan mudiknya.

Setelah korban merasa nyaman dengan pembicaraan mereka, lalu korban ditawari minuman kaleng. Biasanya, minuman yang ditawarkan itu jenis minuman kopi dalam kemasan kaleng.

Karena jenis minuman kopi bisa menyamarkan obat bius dengan rasa pahitnya. "Kopi kan rasanya sedikit pahit, sehingga tidak berasa atau tercium obat biusnya jika menggunakan kopi," ucapnya.

Obat yang dicampurkan sebagai obat bius biasanya CTM dalam jumlah yang banyak.CTM ini lebih dulu ditumbuk lalu dimasukkan ke kaleng dengan cara melubangi kaleng sebesar diameter paku. Kaleng lalu ditutup lagi dengan menggunakan alumunium foil. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para pemudik untuk tetap waspada.

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Ikraq Sulhim mengatakan, aksi kejahatan yang terjadi sebenarnya tidak terpengaruh dengan situasi menjelang lebaran. Namun, pada intinya para pelaku terlebih dahulu memang telah menggambar atau menyusun perampokan. "Sebenarnya mereka beraksi tidak pernah mengenal hari, kebetulan saja waktunya menjelang lebaran," katanya.

Menurutnya, aksi-aksi kejahatan seperti itu memang tidak dilakukan sendiri melainkan dilakukan secara berkelompok. Untuk itu, polisi semestinya bisa mengantisipasi tindakan tersebut dengan cara meningkatkan patroli.

Selain itu, biasanya para pelaku juga telah tergambar oleh kepolisian dari kelompok mana saja mereka melakukan aksinya. "Kalau mau, polisi juga bisa bertindak tegas kepada para pelaku," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Awas! 106 Titik di Sumsel...
Awas! 106 Titik di Sumsel Rawan Kriminal, Pemudik Diminta Berhati-hati
Kapolri Perintahkan...
Kapolri Perintahkan Polda Banten dan Lampung Siapkan Tim Cegah Kriminalitas bagi Pemudik
Operasi Ketupat, Papua...
Operasi Ketupat, Papua Barat Fokus Kriminalitas dan Larangan Mudik
Potensi Kriminalitas...
Potensi Kriminalitas saat Lebaran Naik, Mantan Wakapolri Minta Diantisipasi
H-6 Lebaran, Kendaraan...
H-6 Lebaran, Kendaraan Pelat Jakarta dan Bogor Mulai Ramaikan Jalur Lingkar Gentong Tasikmalaya
5 Barang yang Harus...
5 Barang yang Harus Dibawa saat Mudik Lebaran 2023, Awas Jangan Sampai Tertinggal!
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
4 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
4 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved